PT Asuh Optimalkan Mutu Pendidikan di Untrib dan STIKIP Soe

0
145

Rektor Untrib Alvonso F. Gorang, S.Sos.,MM didampingi Ir. Hanny H. Tumbelaka, M.Sc, Ph.D dan Drs. Heri Saptono Warpindyasmoro, M.Si pada acara pembukaan SPME di aula kampus Untrib, Selasa (23/7). 

Kalabahi, Tribuanapos.com – Kemenristekdikti melalui Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul saat ini fokus meningkatkan mutu pendidikan tinggi di wilayah perbatasan Indonesia. Prioritasnya pada perguruan tinggi perbatasan di kawasan timur Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya adalah Universitas yang ditunjuk melakukan program Asuh Perguruan Tinggi tahun 2019 di Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi dan STIKIP Soe.

“Program Asuh Perguruan Tinggi itukan diselenggarakan oleh Direktorat Penjaminan Mutu Kemenristekdikti. Tujuannya supaya mutu pendidikan tinggi perguruan tinggi – perguruan tinggi itu bisa naik,” ujar Drs. Heri Saptono Warpindyasmoro, M.Si, selaku salah satu narasumber lokakarya dari UK Petra.

Drs. Heri menjelaskan, sasaran program Perguruan Tinggi (PT) Asuh dari Kemenrisrekdikti difokuskan pada kampus-kampus yang berada di wilayah 3T. Untrib dan STIKIP Soe dipilih karena termasuk wilayah 3T.

“Sasarannya memang perguruan tinggi-perguruan tinggi yang berada di daerah 3T. Alor dan Soe termasuk,” kata Heri di sela kegiatan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di aula kampus Untrib Kalabahi, Rabu (24/7/2019).

Sejalan dengan itu lanjut Heri, Universitas Kristen Petra juga mempunyai visi, menjadi universitas yang perduli dan berwawasan global dengan komitmen pada nilai-nilai kristiani.

Mengacu pada visi tersebut maka UK Petra ikut mengambil bagian dengan membantu perguruan tinggi – perguruan tinggi yang berada di daerah 3T untuk peningkatan kualitas pendidikan. “Salah satunya Untrib Kalabahi dan satunya STIKIP Soe, kita kegiatan lokakarya di sini (Untrib),” jelasnya.

Heri menambahkan, program kegiatan yang sudah dilakukan UK Petra di Untrib dan STIKIP Soe adalah Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Kegiatan SPMI ini merupakan kegiatan pertama UK Petra mengadakan pelatihan kepada Untrib dan STIKIP Soe supaya mereka bisa menyiapkan segala sesuatu khususnya dokumen-dokumen yang dipakai untuk menyiapkan SPMI.

“(SPMI) itu sudah dilakukan pada bulan lalu di STIKIP Soe. Penyiapan dokumen-dokumen sudah siap,” ungkap Heri.

Ia melanjutkan, kegiatan selanjutnya berkaitan dengan pelatihan auditornya. Itu akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 di UK Petra Surabaya. Untrib dan STIKIP Soe nantinya mengirimkan tim auditornya ke Petra untuk pelatihan di sana.

Merurut Heri, kalau SPMI sudah baik maka langkah selanjutnya adalah palatihan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal atau SPME-nya. Karena SPMI harus dipertanggungjawabkan kepada SPME.

“Stakeholder yang mengaudit itu adalah tim akreditasi. Maka kita menyiapkan SPME seperti pelatihan sekarang ini. Kalau nanti prodi-prodi itu harus menyiapkan akreditasinya maka mereka juga siap dengan sistem instrumen (akreditasi) yang baru. Itu rangkaian kegiatan yang kita lakukan saat ini,” tutur Heri.

3 Tahun Program PT Asuh Berjalan di Kawasan Timur Indonesia 

Drs. Heri menyebut, program PT Asuh sudah berjalan selama kurun waktu tiga tahun. Sejak tahun 2017-2019. Tahun 2017, Universitas di kawasan timur Indonesia yang sudah diasuh yaitu UKAW Kupang dan Universitas Diana Pura di Denpasar, Bali.

“Program ini menunjukan bahwa beberapa Prodi (di UKAW Kupang dan Universitas Diana Pura) akreditasinya dari C sudah naik menjadi B. Ada peningkatan,” katanya.

Pada tahun kedua (2018), PT Asuh fokus mengasuh Universitas Kristen Wirawacana Sumba (Unkris Wina). Heri mengaku saat ini progres peningkatan mutu pendidikan di Unkris Wina sementara melonjak naik dan berjalan cukup baik.

Kabid Akreditasi di UK Petra itu berharap Unkris Wina bisa terus berbenah diri meningkatkan mutu layanan SPMI maupun SPME mengikuti standar instrumen akreditasi terbaru yang ditetapkan Kemenristekdikti.

Untuk tahun 2019 program PT Asuh difokuskan di Untrib Kalabahi dan STIKIP Soe. Program tersebut diwujudkan melalui lokakarya SPMI maupun SPME. Program SPME kini berlangsung di Untrib Kalabahi yakni sejak tanggal 23-25 Juli 2019. Sedangkan untuk universitas yang akan diasuh pada tahun 2020, Heri belum bisa memastikan.

Pasca pelatihan, Heri optimis Untrib dan STIKIP Soe bisa mengalami perubahan yang berarti ke arah layananan pendidikan bermutu sesuai standar akreditasi nasional perguruan tinggi.

“Dosen-dosen Untrib dan STIKIP Soe itu semangatnya luar biasa. Saya optimis kedua kampus ini akan berkembang ke arah mutu. Caranya, semua hal yang dilakukan di kampus, harus berwawasan mutu. Outputnya harus mutu. Itu prinsipnya,” tutup Heri.

Lokakarya SPME di Untrib dihadiri Narasumber Ir. Hanny H. Tumbelaka, M.Sc, Ph.D dan Drs. Heri Saptono Warpindyasmoro, M.Si dari UK Petra.

Pesertanya, 6 orang dari STIKIP Soe yang dipimpin Wakil Ketua I STKIP Soe, Johanis Tanaem, M.Pd. Peserta lainnya dari pejabat struktural dan para dosen Untrib Kalabahi. (*dm).