Politeknik Kupang dan Untrib Fasilitasi Perluasan Pemasaran Kopi Alor

0
305

Folkes Laumal (kiri) dan Paulus Edison Plaimo.

Kalabahi, Tribuanapos.com – Politeknik Negeri Kupang bekerjasama dengan Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi memfasilitasi perluasan pemasaran produk lokal kemasan kopi Alor. Sebab, secara kualitas, kopi Alor layak menembus pasar modern.

Hal itu dikatakan Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Multi Tahun Politeknik Negeri Kupang Folkes Laumal dalam kegiatan lokakarya, Jumat (19/7/2019) di aula kampus Untrib Kalabahi.

Tema Lokakarya; sinkronisasi pengolahan produk lokal kemasan kopi lonsilar dan kopi citra rasa khas Alor untuk perluasan pemasaran.

“Jadi ini kami Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Kupang program pengabdian masyarakat, kerja sama dengan Untrib Kalabahi untuk perluasan pemasaran kopi Alor,” ujar Folkes di sela acara Lokakarya.

Ia menjelaskan, koperasi dan UKM di kabupaten Alor, sudah memproduksi kopi dari kopi biji sampai kopi bubuk yang dikemas untuk dijual. Namun penjualan dan distribusinya hanya lebih banyak di daerah, lingkup wilayah Alor saja.

Oleh sebab itu, kedua perguruan tinggi tersebut melalui program pengabdian masyarakat, memfasilitasi petani, koperasi, Dinas Perkebunan Alor dan Transmart Kupang untuk mendesain pemasaran kopi Alor agar tembus pasar modern.

“Kita perguruan tinggi hanya menfasilitasi saja. Kita hadirkan petani, koperasi, Transmart Kupang dan Pemerintah untuk diskusikan agar produk pasaran kopi bisa berjalan ke depannya. Kita berharap kopi Alor dan mungkin produk lokal lain juga bisa terjual di Transmart Kupang,” kata Folkes didampingi Ketua LPPMP Untrib Paulus Edison Plaimo, M.Sc.

Folkes mengatakan, Polteknik dan Untrib sudah tiga tahun belakangan ini melakukan pendampingan program pengolahan produk kemasan kopi Alor kepada petani, koperasi dan UMK di Alor.

“Tahun pertama kita hadir membantu mesin-mesin pengolahan kopi. Tapi hanya di dua koperasi; koperasi Beringin di Apui dengan koperasi Perkebunan di kantor perkebunan,” ujarnya.

Setelah itu tahun kedua lanjut Folkes, pihaknya membantu pengelolaan sistem administrasi pemasaran kopi berbasis online. Tujuannya, kopi Alor bisa dilirik konsumen maupun swasta di dalam maupun luar pulau Alor.

“Tahun ketiga ini (2019) kita penyempurnaan logo sampai dengan hak patennya nanti. Terus pemasarannya dengan target Transmart Kupang. Karena itu kita hadirkan Transmart Kupang di sini,” ungkapnya.

Folkes menambahkan bahwa manajemen Transmart Kupang tertarik dengan produk kopi Alor karena memiliki kualitas cita rasa yang tidak kalah dengan produk kopi lainnya di tanah air.

Folkes berharap seluruh program-program tersebut dapat didukung pemerintah daerah, swasta dan masyarakat untuk pengembangan kopi Alor ke depannya menuju pasar bebas.

Sementara Ketua LPPMP Untrib Paulus Edison Plaimo, M.Sc, bersyukur atas kepercayaan kerjasama yang diberikan Politeknik Negeri Kupang dalam program pengembangan kopi Alor. Ia berharap, kerjasama tersebut mampu menghasilkan sesuatu yang berarti bagi petani kopi di Alor.

“Tentu kita bersyukur atas kepercayaan kerjasama dari Politeknik ini. Kami sambut baik untuk kita sama-sama melayani dan mengabdi bagi masyarakat, khususnya petani kopi. Saya pikir ini suatu inovasi dan pembelajaran bagi kami untuk kita saling mengisi dan membangun Alor,” tutur Edison.

Pantauan wartawan, lokakarya tersebut dihadiri para petani kopi Alor, koperasi dan UKM serta dari unsur Dinas Perkebunan Alor. (*DM).