Pamsimas Alor Pelatihan Kapasitas Aparatur Desa dan Sinkronisasi Program RKM

0
51

Kadis P3MD Muhamad Bere dan Kadis PR Dominggus Salmau foto bersama peserta usai acara pembukaan.

Kalabahi – Pamsimas Kabupaten Alor menggelar pelatihan penguatan pemerintah kecamatan dan desa dalam rangka integrasi PJM/RKM ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa. Kegiatan tersebut digelar pada tanggal 8-11 Juli 2019 di Aula Hotel Pelangi, Kalabahi.

Ketua Panitia Pelatihan Enos Wenipada, SE menjelaskan, dasar dilakukannya kegiatan pelatihan terdebut mengacu pada UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Ditegaskan bahwa pemerintah desa mempunyai tugas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Demikian pula halnya dengan pembangunan sarana air bersih berskala desa dan sanitasi merupakan pelayanan sosial dasar yang menjadi kewenangan pemerintah desa,” kata Enos dalam laporannya.

Pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat (termasuk di dalamnya adalah sarana air bersih dan sanitasi) merupakan bagian dari prioritas penggunaan Dana Desa.

“Dengan demikian Rencana Kerja Masyarakat (RKM) bidang air bersih, kesehatan dan sanitasi dan kewajiban pemerintah desa untuk mendanai minimal 10% dari kegiatan Pamsimas sangat memungkinkan untuk dialokasikan dari Dana Desa,” ujarnya.

Demikian pula menurut Enos, untuk pengembangan layanan pasca pembangunan SPAMS, diharapkan Pemerintah Desa bersama masyarakat dapat menyepakati rencana pengembangannya yang tertuang di dalam RPJM Desa dan RKP Desa.

Enos menambahkan, UU No.6 Tahun 2014 Tentang Desa, hanya mengakui RPJM Desa sebagai satu satunya perencanaan di desa. Sehingga apapun bentuk perencanaan yang ada di desa, termasuk PJM ProAKSi dan RKM harus diintegrasikan ke dalam RPJMDesa.

Kemudian lajut dia, dari RPJMDesa akan menjadi dasar untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) setiap tahunnya.

Dengan demikian, maka pertanggungjawaban pemerintah desa terhadap penggunaan keuangan desa harus mengacu kepada RPJM Desa dan RKP Desa.

“Inilah hal yang menjadi dasar perlunya melakukan integrasi PJM ProAKSI ke dalam RPJM Desa dan integrasi RKM ke dalam RKP Desa,” tutur pria yang sudah lama dedikasikan diri mengurus air bersih di Alor itu.

Tenaga Ahli Desa Machris Mau, SP, memberi pelatihan kepada aparatur kecamatan dan Desa dalam kegiatan Pamsimas Alor.

Enos menyebut, tujuan Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Aparatur Pemerintah Kecamatan dan Desa dalam rangka integrasi PJM ProAKSI dan RKM ke dalam RPJM Desa dan RKP Desa bertujuan untuk:

Pertama; melakukan advokasi kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa agar memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pelaksanaan program Pamsimas dalam hal ini sektor Air Minum Bersih dan Sanitasi yang layak di wilayah Perdesaan

Kedua; meningkatkan pengetahuan peserta tentang: program Pamsimas, peran camat dan Kades dalam program Pamsimas, Kewenangan Desa, Tata cara Kerjasama Desa, Kader AMPL, KKM dan KPSPAMS, dan Integrasi PJM ProAKSi dan RKM ke dalam dokumen Perencanaan dan Pengaggaran Desa.

Ketiga; meningkatkan keterampilan peserta untuk mengintegrasikan PJM ProAKSi ke dalam RPJM Desa dan mengintegrasikan RKM ke dalam RKP Desa.

Peserta pelatihan kata Enos, diutamakan adalah utusan pemerintah di 15 kecamatan se-Kabupaten Alor, masing-masing 1 orang dan utusan pemerintah desa yang menjadi lokasi Pamsimas III (2016 -2019 dengan total 59 Desa).

Waktu Pelaksanaan. Pelaksanaan Kegiatan pelatihan Penguatan Pemerintah Kecamatan dan Desa Program Pamsimas III Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2019 berlangsung selama 4 hari (3 hari efektif ) yaitu mulai hari ini Senin tanggal 8 Juli ‚Äď Kamis tangga 11 Juli 2019.

Nara sumber kegiatan ini adalah DPMU dari unsur: Dinas PMD, Bappelitbang, Dinas PKPP, Dinas Kesehatan dan Tim tenaga Ahli P3MD Kabupaten Alor (Machris Mau, SP). Sedangkan Pemandu Pelatihan dari Unsur ROMS XI Pamsimas Kabupaten Alor.

Sumber Dana. Biaya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini (tempat, alat dan bahan, konsumsi, akomodasi selama kegiatan) berasal dari kontrak Management ROMS (ROMS 11) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor Muhammad Bere serta dihadiri Kadis Perumahan Rakyat Alor Dominggus Salmau dan unsur pejabat terkait. (*DM).