Mahasiswa Protes TNI 1622 Alor Hadir di Demo Tolak SPBBU

0
237

Anggota TNI Kodim 1622 Alor yang sempat masuk ke barisan mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa tolak SPBBU ATL. 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Aktivis Aliansi Peduli Lingkungan Hidup Kabupaten Alor, Provinsi NTT, memprotes kehadiran sejumlah Anggota TNI 1622 Alor dalam unjuk rasa menolak pembangunan SPBBU Alor Timur Laut di kantor Bupati dan DPRD, Selasa, (25/6).

Para mahasiswa menilai, TNI tidak sepantasnya ikut terlibat berseragam lengkap dan senjata tajam mengawal jalannya aksi unjuk rasa tersebut. Menurut mereka, pengawalan aksi ujuk rasa, bukan menjadi tugas dan wewenang TNI, melainkan Kepolisian.

“Kami memprotes keras kehadiran sekitar delapan orang Anggota TNI Kodim 1622 Alor dalam aksi kami menolak pembangunan SPBBU ATL. Ini suatu kemunduran di tubuh TNI,” ujar Pjs. Ketua GMNI Alor Gilamo Turwin, jumpa pers di Kalabahi, Rabu (26/6).

Gilamo yang juga Ketua BEM Hukum Untrib itu meminta Dandim 1622 Alor Letkol Inf Supyan Munawar, S.Ag, agar hentikan keterlibatan TNI dalam aksi unjuk rasa menolak pembangunan SPBBU di ATL.

“Dengan hormat kami meminta pak Dandim 1622 Alor untuk tidak lagi melibatkan Anggota TNI dalam urusan aksi penolakan pembangunan SPBBU ATL. TNI Alor miliki kita. Milik rakyat Alor. Kami tidak ingin ada tudingan-tudingan miring terhadap TNI yang kita cintai. Saya pikir pak Dandim akan terima saran kami ini,” katanya.

Aktivis Darma Buatlapai, mengaku kesal juga atas kehadiran TNI di unjuk rasa tolak SPBBU ATL. Darma menyebut, TNI bisa diperbantukan untuk pengamanan apabila diminta Polri.

“Aturan UU kita begitu. TNI bisa hadir apabila diminta Polisi. Itu kalau aksi kami ini akan mengancam bahaya bagi eksistensi negara. Nah, aksi kami ini hanya 20 orang mahasiswa. Saya pikir Polisi masih bisa amankan. Tidak perlu lagi ada TNI,” jelasnya.

Sementara Kordinator Umum Dedoris Letmau mengaku heran baru pertama terjadi di Alor TNI ikut terlibat mengamankan jalankan aksi unjuk rasa mahasiswa.

“Selama kami aksi, tidak pernah ada Anggota TNI. Saya heran ko kemarin ada Anggota TNI masuk dalam barisan aksi dan ikut pengamanan. Ada TNI, Polri, Pol PP tapi malah rekan kami Markus Kabey dipukul oknum Sat PP di kantor Bupati. Ini maksudnya apa? Terus terang kami takut. Jangan lah menakuti kami karena kami ini berjuang demi nasib petani di ATL,” ucapnya.

“Kalaupun untuk pengamanan, mengapa ada pemukulan oleh oknum Sat Pol PP kepada Anggota Aliansi kami, Markus Kabey. Kami ini demo damai. Pak Dandim, ke depan kalau kami mau aksi, tolong tidak libatkan Anggota TNI lagi. Itu saja permintaan kami. Karena kami akan terus demo sampai tuntutan kami terjawab,” pungkas Dedy.

TNI Tidak Ikut Pengamanan

Wakapolres Alor Kompol M. Arief menyebut, kehadiran Anggota TNI 1622 Alor tidak dalam konteks pengamanan unjuk rasa. Kompol Arif mengaku, TNI hadir sebatas memantau jalannya aksi mahasiswa tolak SPBBU ATL.

“Rekan-rekan TNI ini kan Babinsa di wilayah sini. Jadi harus tahu wilayahnya di sini kan. Tapi mereka tidak ikut pengamanan. Nda ada itu,” tutur Kompol M. Arif usai memimpin langsung jalannya aksi unjuk rasa mahasiswa di kantor Bupati dan DPRD Alor.

TNI 1622 Alor Minta Maaf

Pasi Intel Kodim 166 Alor Panuel, meminta maaf kepada mahasiswa atas keterlibatan Anggota TNI dalam unjuk rasa di kantor Bupati dan DPRD Alor.

Pasi Intel bilang, kehadiran TNI hanya memantau kemungkinan ada masa aksi dari Alor Timur Laut yang juga warga binaan Babinsanya untuk mengikuti aksi di Kalabahi.

“Sebenarnya kemarin itu petunjuk dari pimpinan hanya mengantisipasi dan memantau secara pasif kedatangan masyarakat dari Bukapiting karena itu adalah warga binaan para Babinsa,” ungkapnya.

“Tetapi kami sudah mengingatkan dan menegur dengan keras anggota-anggota tersebut untuk tidak lagi mengulangi hal yang sama. Sekali lagi kami atas nama pimpinan mohon maaf atas kejadian kemarin. Terima kasih,” tutup Pasi Intel. (*DM).