Kasus Kapal Tenggelam, Polda NTT Lidik Pemkab Alor

0
268

Direktorat Polair Polda NTT, Kombes Pol Drs. Dwi Suseno. (Sumber: penatimor.com).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Direktorat Polair Polda NTT sedang menyelidiki dugaan tindak pidana KM Nusa Kenari II yang tenggelam di Tanjung Margeta, Alor, Sabtu (15/6) lalu.

Sejumlah saksi sudah diperiksa, termasuk instansi yang berwenang mengelola kapal bantuan Kementrian PDT tahun 2013 itu.

“Kita periksa instansi terkait termasuk kelebihan muatan,” kata Direktorat Polair NTT, Kombes Pol Drs. Dwi Suseno, Minggu (16/6) dikutip penatimor.com.

Selain instansi pemerintah, Polair NTT juga sudah memeriksa 3 ABK dan Nahkoda, termasuk penumpang yang selamat.

Kombes Pol Drs. Dwi Suseno menyebut, bila dari hasil pemeriksaan ditemukan unsur tindak pidana maka kasus tersebut akan diambil alih Polair Polda NTT.

“Rencana kalau ada (tindak) pidananya, akan kita tarik ke Polair Polda NTT,” ungkap Kombes Pol Drs. Dwi Suseno.

Informasi yang dihimpun media ini, Rabu (19/6) pagi, penyidik Polair Polda NTT dan Polres Alor sudah menerjunkan tim ke TKP di Margeta.

Tim penyidik tersebut diketahui akan melakukan Pulbaket terkait tenggelamnya KM Nusa Kenari II milik Pemkab Alor itu.

Sebelumnya Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi, SIK menyebut, Piterson dan 3 orang ABK-nya Minggu (16/6) pukul 23.40 wita masih diperiksa Penyidik Polres Alor.

Kapolres belum bisa beberkan status hukum Piterson cs, karena masih diperiksa penyidik. Walau begitu, Kapolres memastikan akan umumkan status hukum Piterson cs secepatnya.

“Sampai saat ini petugas penyidik masih melakukan pemeriksaan/pendalaman terhadap Nahkoda dan ABK. Perkembangan lebih lanjut akan dikabari ya,” pungkas AKBP Patar, singkat.

Diberitakan, KM Nusa Kenari II tujuan Kalabahi- Pureman tenggelam di laut Margeta Desa Margeta Kecamatan Alor Barat Daya, Sabtu (15/6) pukul 05.00 wita.

Kapal itu membawa 52 orang. 48 penumpang dan 4 ABK. 7 orang penumpang meninggal dunia dan jasadnya berhasil ditemukan tim gabungan Basarnas.

Selain penumpang, kapal juga mengangkut Beras OPK 7 ton, Semen 4 ton, seng 150 lembar dan BBM 20 gen.

Reporter: Demas Mautuka