Cepat Evakuasi Korban Kapal Tenggelam, GMIT Apresiasi Kinerja Basarnas NTT

0
202

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pdt. Dr. Mery Kolimon, beri apresiasi kepada Tim Basarnas Gabungan NTT yang berhasil mengevakuasi korban Kapal Nusa Kenari II yang tenggelam Sabtu (15/6), lalu. GMIT, menyatakan turut duka kepada keluarga korban.

Korban yang cepat dievakuasi tim Basarnas Alor, Basarnas Maumere dan Basarnas Kupang sejak Sabtu, 15 Juni hingga Selasa 18 Juni, berjumlah 52 orang. Terdiri dari 45 penumpang ditambah 4 ABK selamat dan 7 penumpang meninggal dunia.

“Kami sebagai Majelis Sinode GMIT memberi apresiasi yang tulus untuk kerja keras Tim Basarnas NTT yang telah berusaha menemukan korban tenggelamnya Kapal Nusa Kenari II di Alor, baik korban selamat maupun korban yang meninggal, sehingga semua dapat ditemukan,” ujar Pdt. Mery, Rabu, (19/6/2019) saat dihubungi wartawan via ponsel di Kupang.

Tragedi tersebut membuat Gereja GMIT ikut berduka cita atas meninggalnya 7 korban penumpang. GMIT secara kelembagaan berdoa, semoga keluarga diberi kekuatan dari Tuhan.

“Di kesempatan ini kami juga menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya sejumlah korban. Tuhan kiranya menghibur dan menguatkan semua yang kehilangan,” katanya.

Pdt. Mery pun meminta perhatian pemerintah dan dunia usaha untuk intens membenahi keamanan dan keselamatan pelayaran. Sebab, NTT merupakan wilayah kepulauan yang membutuhkan tansporatasi laut.

“Kami juga meminta perhatian pemerintah dan dunia usaha terkait keamanan transportasi, khususnya transportasi laut di Provinsi NTT yang merupakan wilayah kepulauan. Pemerintah perlu secara tegas dan jelas menegakkan aturan-aturan terkait keamanan transportasi laut,” pungkasnya.

Tim Gabungan Basarnas yang dipimpin Kepala Basarnas Maumere, I Putu Sudayana, Selasa (18/6) menghentikan pencarian korban. Sebab 5 Korban yang sebelumnya dinyatakan hilang sudah ditemukan tim Basarnas Gabungan, Selasa (18/6) sekitar pukul 10.00 wita.

Total 7 korban meninggal dunia juga sudah dimakamkan pihak keluarga.

Sebelumnya, KM Nusa Kenari II rute Kalabahi – Pureman tenggelam di tanjung Margeta Kecamatan Alor Barat Daya, Sabtu (15/6), pukul 05.00 wita.

Kapal milik Pemkab Alor yang berlayar tanpa dokumen itu mengangkut 52 orang, beras 7 ton, seng 4 ton, dan BBM 20 gen. Kepolisian Daerah NTT dan Polres Alor kini sedang menyelidiki kasus itu.

Reporter: Demas Mautuka