Belum Bayar Upah, Pekerja Proyek Adukan Dinas PUPR Alor ke Nakertrans

0
54

Pekerja Proyek Air Kolana Utara berdialog dengan Kabid PHI Dominggus Plaikol, SH, usai menyerahkan laporan pengaduan, Kamis (13/6) di kantor Nakertrans, Kalabahi.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Sejumlah pekerja proyek air bersih di Kelurahan Kolana Utara, Alor Timur, mengadukan Kadis PUPR Alor Yoseph Malaikosa, ST dan PT. Sumber Bahagia ke Nakertrans.

Pasalnya sejak 2016 proyek senilai Rp.1,6 Miliar itu sekitar 80% selesai dikerjakan, namun upah pekerja sebesar Rp.92 juta lebih, belum dibayar PPK Dinas PUPR dan Kontraktor PT. Sumber Bahagia.

“Hari ini kami adukan Kadis PUPR, PPK Proyek Air James Langkola, Kontraktor PT. Sumber Bahagia dan Konsultan Pengawas Frit Malaikosa ke Nakertrans Alor. Karena mereka semua belum bayar upah kami sejak tahun 2016,” ujar Koordinator Pekerja Alex Kalokong didampingi empat rekannya saat menyerahkan laporan pengaduan ke Nakertrans, Kamis (13/6) di Kalabahi.

Alex merinci item pekerjaan yang belum dibayar di antaranya: pekerjaan 3 unit bak air, galian penguburan dan pemasangan pipa, material lokal, upah pekerja dan bon perkiosan.

“Separu kami sudah panjar saat kerja itu. Waktu itu yang bayar panjar, Frit Malaikosa. Item yang lain belum bayar. Total semua ada Rp.92.918.000, belum dibayar. Itu termasuk bon barang kios,” katanya mengeluh di Kabid PHI dan Jamson Disnaker Dominggus Plaikol, SH yang menerimanya.

Usai menyerahkan laporan pengaduan, Alex berharap, Kepala Dinas Nakertrans Alor Elia Plaiata dan Kabid PHI Dominggus Plaikol dapat membantu penyelesaian sisa upah pekerja dan material dimaksud.

“Kami sudah adukan masalah ini kepada Kadis PUPR dan Konsultan Frit Malaikosa tapi tidak ada kepastian pembayaran. Kami juga sudah lapor ke Ketua DPRD dan Komisi C DPRD tapi sama saja, tidak ada kejelasan (pembayaran). Kami berharap Nakertrans bisa mediasi agar upah kami tidak hilang begitu saja,” harapnya.

*Penyerahan laporan pengaduan

Kabid PHI Nakertrans Alor Dominggus Plaikol, SH, menyambut baik laporan Alex Kalokong dan rekan-rekannya. Ia berjanji akan segera mediasi pembayaran upah.

“Terima kasih atas kehadiran bapak mereka di sini. Surat pengaduan hari ini kami proses ke pak Kadis (Elia Plaiata). Kalau sudah ada disposisi, kami langsung panggil pihak-pihak terkait untuk selesaikan. Secepatnya kami selesaikan,” ujar Dominggus sambil meminta nomor handphone Alex Kalokong untuk dihubungi nanti dalam mediasi.

Dana Bayar Upah Pekerja Menanti Perubahan Nomenklatur

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Alor Yoseph Malaikosa, ST menyebut, dana untuk pembayaran upah pekerja proyek air di Kolana Utara, tersedia di Dinas PUPR.

Namun saat ini kata Yoseph, pihaknya belum bisa melakukan pencairan dana karena ada kesalahan dalam nomenklatur penganggaran.

Yoseph memastikan, pembayaran upah pekerja akan segera dilakukan setelah ada perubahan nomenklatur. Perubahan nomenklatur tersebut akan dibahas bersama DPRD di sidang perubahan anggaran bulan Agustus 2019, pekan depan.

“Dananya sudah ada tapi nomenklaturnya salah jadi di perubahan (anggaran) sesuaikan nomenklatur baru dibayar,” pungkas Kadis Yoseph yang disebut-sebut akan maju bertarung di Pilkada Alor 2024 itu.

Diketahui, proyek air bersih Kolana Utara tahun anggaran 2016/2017 senilai Rp.1,6 Miliar dikerjakan Kontraktor PT. Sumber Bahagia. Sumber dananya dari Bidang Pengairan Dinas PUPR Alor. Konsultan Pengawas Frit Malaikosa, dan PPK Dinas PUPR, James Langkola.

Belakangan proyek tersebut yang diprediksi sudah jadi sekitar 80% itu mangkrak karena kontraktornya meninggal dunia. Sejumlah upah pekerja dan material pun belum dibayar hingga saat ini.

Reporter: Demas Mautuka