PT Ombay Bantah Babat Hutan Kenari di ATL

0
92

Pemilik PT. Ombay Sukses Persada Kalabahi, Enthon Jodjana. (Foto: doc tribuanapos.com).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Pemilik PT. Ombay Sukses Persada Enthon Jodjana, bantah tudingan PMKRI membabat hutan kenari di Alor Timur Laut untuk bangun SPBBU. Enthon menyebut tudingan PMKRI tersebut tidak mendasar.

“Tolong cek di lokasi sudah berapa banyak pohon kenari yang di babat oleh PT. OSP untuk membangun SPBU, sehingga berita bisa lebih jelas,” tulis Bos Enthon kepada wartawan via whatsapp, Rabu (29/5).

Menurut Enthon, PT. OSP tidak pernah membabat hutan kenari di lokasi SPBBU. Sebab, tanah yang dibelinya itu hanya berukuran 45 x 45 meter persegi. Tidak ada hutan kenari.

“Jangan membingungkan kita karena tanah yang kami beli hanya (berukuran) 45 x 45 m saja untuk membangun SPBBU. Buat apa kita babat hutan kenari yang tidak kami butuhkan?” katanya sambil berada di luar negeri.

Enthon menjelaskan, bila memang ada penebangan pohon kenari di luar kawasan tanah yang dibelinya, maka itu bukan menjadi tanggungjawabnya.

“Supaya lebih pasti silakan cek di lapangan. Lokasi SPBBU hanya 45 x 45 m. Di luar lokasi ini saya tidak tahu. Bukan urusan saya,” sebut dia.

Kendati begitu ia mengaku, penebangan satu pohon kenari di lokasinya itu karena kenari tersebut sudah termakan usi. Tua. Kering.

“Sementara hanya satu pohon (kenari) kering yang dipotong. Supaya tidak bilang saya membenarkan diri, bapak cek saja di lapangan,” ujar Enthon yang juga pemilik SPBBU Air Kenari, Kalabahi itu.

Selain kenari, ia pun tak membantah bahwa memang ada beberapa pohon yang ditebang di lokasinya. Penebangan pepohonan tersebut dilakukan karena mengganggu pekerjaan proyek pembangunan SPBBU.

Walau demikian, dirinya sudah berjanji ke Camat ATL Tertius Lanmai, SH, untuk menanam kembali pepohonan baru di sekitar lokasi SPBBU ke depannya agar terlihat cantik.

“Penimbunan (tanah) setelah selesai baru ditentukan letak tengky. Pohon yang menghalang pasti dipotong. Tetapi kita sudah janji ke camat, akan tanam pohon-pohon di sekitar, biar kelihatan lebih cantik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua PMKRI Alor Yuvent Henrick Nitu Lauata, menuding pemerintah dan PT.OSP merusak hutan kenari di lokasi sumber mata air hanya untuk pembangunan SPBBU. Dia kesal karena penebangan pohon kenari tersebut merusak asas, fungsi, tujuan dan manfaat pohon sebagai penyangga mata air.

Yuvent pun kesal, penebangan pohon kenari merupakan suatu tindakan kekeliruan. Karena pohon tersebut dilindungi dan memiliki nilai filosofi budaya sebagai identitas orang Alor. Ia pun khawatir suatu saat pohon kenari Alor, punah.

Diketahui, pembangunan SPBBU di Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kabupaten Alor, Provinsi NTT, mendapat penolakan dari petani. Sebab, lokasi tersebut berdekatan dengan empat sumber mata air (sekitar 100 meter) dari lokasi SPBBU.

Petani dan mahasiswa berunjukrasa ke Bupati dan Ketua DPRD Alor untuk memindahkan lokasinya. Karena keberadaan SPBBU dikhawatirkan mengancam rantai ekosistem dan ekologi mata air yang mengairi sawah petani di Kemang.

Reporter: Demas Mautuka