Lanjut SPBBU ATL, Bupati Alor: Tidak Puas, Tempuh Jalur Hukum

0
122

Bupati Alor Drs. Amon Djobo.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Polemik pembangunan SPBBU di Desa Waisika Alor Timur Laut (ATL), makin ruwet. Bupati Alor Drs. Amon Djobo, tidak peduli dengan aspirasi petaninya untuk pindah lokasi SPBBU karena berdekatan dengan sumber mata air.

Orang nomor satu di pulau Kenari itu menegaskan, pembangunan SPBBU ATL tetap berlanjut. Bagi pihak yang tidak puas, silahkan tempuh jalur hukum.

“Dampak (positif) dari pembangunan SPBBU ini untuk masyarakat Alor Timur Laut dan sekitarnya. Maka, kalau ada pihak yang tidak puas, lapor pada aparat hukum. Titik,” tegas Bupati Amon Djobo saat dihubungi wartawan, Rabu (29/5) di Kalabahi.

Bupati yang dikenal suka blusukan ke warganya itu mengatakan, pembangunan SPBBU Waisika, tidak akan memberi dampak negatif bagi pencemaran lingkungan dan sawah petani.

Ia bandingkan beberapa SPBBU yang beroperasi di Kota Kalabahi, sama sekali tidak mencemarkan lingkungan. Oleh sebab itu Bupati Amon optimis, SPBBU ATL tidak akan beri dampak negatif bagi pertanian warganya.

“Tidak ada dampak negatif untuk petani. Pelajari SPBBU di Alor; milik Denny Lalitan, milik Haji Lasau di pantai Binongko, milik Haji Bram Banimo dan lainnya. Titik,” kata Bupati yang mengusung visi pembangunan 5 tahun; Alor Kenyang, Alor Pintar, Alor Sehat.

Ditanya izin SPBBU dan aspirasi petani untuk pindah lokasi SPBBU, Amon Djobo mengaku itu urusan pemerintah dan pengusaha. “Ini urusan pemerintah. Kamu pi lapor saja di aparat penegak hukum. Jangan tanya saya, titik.”

Sebelumnya, para petani dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi peduli lingkungan hidup, dua kali unjuk rasa di kantor DLHD, Kehutanan, kantor Bupati, dan DPRD.

Mereka meminta agar pemerintah dan pengusaha pertimbangkan kembali lokasi pembangunan SPBBU di sumber mata air. Sebab, dikhawatirkan SPBBU mengancam mata air yang mengairi sawah petani.

Reporter: Demas Mautuka