Camat ATL: Bupati Arahkan Pembangunan SPBBU Tetap Dilanjutkan

0
264

Camat ATL, Tertius Lanmai, SH, saat memberi pencerahan rencana pembangunan SPBBU kepada asisten I Amirullah, SH, dan Pejabat DLHD, saat tinjau lokasi SPBBU milik PT. Ombay Sukses Persada di Desa Waisika, Kamis (16/5). 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Camat Alor Timur Laut atau ATL, Tertius Lanmai, SH memastikan, pemerintah akan tetap melanjutkan pembangunan SPBBU di lokasi wilayah sumber mata air (depan Polsek ATL), Desa Waisika.

Dia menyebut, kepastian kelanjutan pembangunan SPBBU oleh PT. Ombay Sukses Persada Kalabahi tersebut diinstruksikan langsung oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo.

“Ya, kemarin Bupati (Amon Djobo) naik, sudah arahkan (pembangunan SPBBU di Desa Waisika) tetap lanjut,” kata Camat Tertius, saat dihubungi wartawan, Rabu (22/5) via ponsel di ATL.

Ia mengaku, kepastian kelanjutan pembangunan SPBBU berdasarkan data kajian sementara (lisan) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLHD) Alor dan Kehutanan.

“Kajian sementara dari DLHD dan juga dari KPH. Untuk sementara (hasil kajiannya) masih lisan. Artinya, dari aspek lingkungan tetap tidak mengganggu. Tidak ada limbah yang mengganggu. Ini desakan dari staf kepresidenan, program keberagaman harga BBM. Jadi pembangunan tetap lanjut,” ujarnya sambil mengaku sudah menjalin koordinasi baik dengan pengusaha untuk pembangunan SPBBU. “Kami koordinasi (dengan pengusaha) dan proses pengadaan tanah itu saya dengan kepala desa ada di dalam.”

Tentang belum keluarnya izin/rekomendasi UKL, UPL atau AMDAL namun aktivitas penebangan pohon kenari dan sejumlah tanaman di lokasi pembangunan SPBBU sudah dilakukan, Camat mengakuinya.

“(Izin/rekomendasi AMDAL) belum. Untuk sementara (izin) masih dalam proses. Maka pembangunan fisik (SPBBU) belum dibangun tetapi bikin rata tanah; okspol, urukan, kasih bersih, itu sudah ada jalan. Tanahkan orang (pengusaha) sudah beli jadi dia punya hak melakukan apa saja di atas itu tanah,” tegas Camat Tertius.

Intruksi kelanjutan pembangunan SPBBU di ATL dari Bupati Alor tersebut juga dibenarkan Kades Waisika, Daniel Rehuel Laupai. “Bupati baru-baru naik bilang pembangunan SPBBU tetap lanjut. Bilang masih tunggu izin keluar dulu. Kita di bawah ini ikut saja keputusan pemerintah di atas.”

Camat: Kalau Ada yang Keberatan, Bupati Minta Tempuh Jalur Hukum

Rencana pembangunan SPBBU, mendapat penolakan dari 70 petani mewakili sekitar 360-an petani sawah di ATL. Mereka menyatakan sikap bersama Mahasiswa Aliansi Peduli Lingkungan Hidup (APLH) menolak rencana pembangunan SPBBU di lokasi dekat sumber mata. Pernyataan penolakan dari APLH sudah diberikan kepada pemerintah pada Kamis (16/5).

Belakangan, Gereja GMIT disebut-sebut ikut menolak pembangunan SPBBU. Informasi yang dihimpun media ini, Minggu (19/5), gereja GMIT di ATL sudah warta mimbar, pertimbangkan lokasi pembangunan SPBBU. Karena sawah di Kemang dulunya dibuka oleh GMIT dan kini GMIT juga memiliki separuh lahan sawah di Kemang.

“Kemarin gereja-gereja GMIT di wilayah ATL sudah warta mimbar menolak bangun SPBBU di Desa Waisika,” kata salah satu pengurus gereja di ATL, Nansi Salang usai temui Sekda Alor Hopni Bukang dan wakil Ketua DPRD Yulius Mantaon, untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat di kasus SPBBU ATL.

Menanggapi adanya aspirasi penolakan petani sawah dan juga gereja GMIT, Tertius mengatakan, Bupati Alor perintahkan tempuh jalur hukum. “Kemarin Bupati naik, arahkan tetap lanjut. Bagi yang merasa dirugikan, proses hukum. Demo-demo juga beliau sudah tidak terima lagi.”

“Dengar dari siapa bilang pihak gereja ada melakukan penolakan? Saya mau tanya, pertimbangan teknis itu kewenangannya ada di pemerintah atau pihak gereja? Kalau omong begini saya kasih mati (telepon) saja. Jangan libatkan saya dalam ini masalah. Sejauh ini belum ada penolakan dari gereja yang masuk ke pemerintah. Saya baru telepon KMK (tidak ada itu). Kami ini mitra kerja. Siapa oknum yang atas nama gereja?” pungkas Camat Tertius.

Sebelumnya Sekda Alor Hopni Bukang, SH, Asisten I Amirullah, SH, Sekretaris DLHD Dra. Efrin M. Bessie, menyebut, izin/rekomendasi AMDAL untuk pembangunan SPBBU di ATL, belum dikeluarkan pemerintah. Mereka instruksikan agar aktivitas pembangunan dihentikan sementara hingga menunggu rekomendasi tim Ahli AMDAL DLHD.

“Kalau ijin UKL, UPL atau AMDAL belum ada ya pengusaha tidak boleh melakukan aktivitas di lokasi itu. Apalagi sudah tebang pohon Kenari. Tidak boleh itu. Pemerintah akan pertimbangkan lokasi. Kalau itu membahayakan mata air dan sawah, kan lebih bagus pindah lokasi saja,” ucap Sekda Alor Hopni Bukang saat ditemui APLH, Senin (20/5) di kantornya.

Kendati demikian, informasi yang dihimpun media ini dari petani di ATL bahwa aktivitas pembersihan lokasi SPBBU sedang dilanjutkan pada Selasa, 21 Mei 2019, kemarin. Hal itu dibenarkan Camat Tertius, bahwa proses okspol, pengerukan dan pembersihan lahan sedang dilakukan perusahaan.

Diketahui, rencana pembangunan SPBBU dekat lokasi sumber mata air (sekitar 100 meter) di Desa Waisika, ATL, mendapat penolakan dari petani dan mahasiswa yang tergabung dalam APLH. Mereka berunjukrasa pada Kamis (16/5) menuntut perusahaan dan pemerintah pindah lokasi. Sebab, dikhawatirkan akan mencemarkan lingkungan hidup dan kehidupan ekosistem penyangga mata air hingga menyebabkan kekeringan sawah petani.

Reporter: Demas Mautuka