DPC PATELKI Alor Gelar Seminar Ahli Teknologi Laboratorium Medik

0
311

DPC PATELKI Alor foto bersama narasumber usai gelar Seminar Ahli Teknologi Laboratorium Medik di aula Kopdit Citra Hidup Kalabahi, Sabtu (4/5). 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Dewan Pimpinan Cabang PATELKI Kabupaten Alor Provinsi NTT, menggelar seminar ahli teknologi laboratorium medik, Sabtu 4 Mei 2019 di aula Kopdit Citra Hidup Kalabahi.

Temanya; meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ahli teknologi laboratorium medis dalam pemeriksaan POCT di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Ketua DPC Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kabupaten Alor, Ilyas Daing Masalle, menjelaskan, tujuan seminar untuk meningkatkan keahlian tenaga laboratorium medis.

“Tujuannya seminar, agar dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) untuk memberikan pelayanan di bidang laboratorium kesehatan,” ujar Ilyas, melalui press releasenya yang diterima wartawan, usai seminar.

Ia menjelaskan, perkembangan regulasi dan teknologi yang kian pesat, menuntut profesionalisme tenaga laboratorium yang ahli dan bertanggungjawab. Itu sebabnya Seminar digagas untuk meningkatkan profesionalisme anggota PATELKI Alor.

Materi Seminar: Regulasi dan Kompetensi ATLM, serta Materi Review Hematologi, disampaikan oleh Erlan Surabda, S. Tr. AK, selaku Bendahara DPW PATELKI NTT.

Materi Quality Assurance POCT (Analitik, Pra analitik, dan Pasca analitik), disampaikan oleh PT. ROCHE Indonesia, Nia Khusufiati, SE. Materi, Pengantar dan Pedoman POCT di Puskesmas dan Rumah Sakit, disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PATELKI NTT, Theophilus Rengga, S.Si.

Materinya kata Ilyas, sangat membantu dan bermanfaat bagi anggota PATELKI Alor dalam pengelolaan peralatan laboratorium dengan metode POCT.

“Selain itu, materi berkaitan dengan regulasi ATLM. Di dalam materi tersebut, dibahas tentang fungsi dan peranan ATLM dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ilyas berharap, rekomendasi seminar dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah terutama mengisi kekosongan tenaga ATLM di Puskesmas dan Rumah Sakit.

“Harapan kami bahwa, setelah seminar, ada kebijakan yang diambil khususnya mengisi kekosongan tenaga ATLM di Alor,” sebut Ilyas.

Sebab, dia menyebut, tenaga ATLM di Alor masih kurang. Data yang diuraikannya bahwa, ada 70 Anggota ATLM yang tersebar di PKM dan Rumah Sakit. 7 orang PNS. Sisanya honorer daerah. Jumlah itu terasa belum cukup.

“Permenkes No. 75 Tahun 2014, disebutkan bahwa setiap Puskesmas wajib ditempatkan satu hingga dua orang tenaga ATLM. Jika dikalikan dengan jumlah PKM di Alor, maka ada kekurangan tenaga PNS ATLM sebesar 52 orang. Itu belum ditambah dari Rumah Sakit. Rumah sakit butuh sekitar 33 ATLM yang terbagi di unit transfusi darah dan instalasi laboratorium,” jelasnya.

Ilyas menaru harapan kepada pemerintah daerah agar ke depan usulan formasi tenaga ATLM lebih diprioritaskan dalam formasi CPNSD.

Seminar tersebut menjadi program rutin untuk memperingati HUT PATELKI – 33 Tahun, pada 28 April 2019.

Hadir di seminar itu, Kepala Bidang P2P Dinkes Alor Dominggus Prakameng, SKM, Pejabat BKPSDM Alor, Edy, A.Md, peserta PATELKI Alor dan undangan terkait.

Reporter: Demas Mautuka