KPUD Alor: Faktor Lelah, KPPS Keliru Pencatatan

0
149

Ketua KPU Alor, Maria Goreti Padu Kerai.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Ketua KPU Alor, NTT, Maria Goreti Padu Kerai menjelaskan, anak buahnya di KPPS dan PPK kelelahan menyelenggarakan Pemilu 2019. Dia menyebut, wajar bila ada petugas KPPS yang keliru mengisi form atau dokumen Pemilu usai coblos 17 April 2019 lalu.

“Banyak petugas KPPS dan PPK kelelahan. Karena Pemilu kali ini (Pilpres, DPR, DPD, DPRD NTT dan DPRD Kabupaten/Kota) dilakukan serentak di seluruh Indonesia,” kata Maria, Kamis (25/4) di kantornya, Kalabahi Kota.

Menurutnya, banyaknya format Pemilu yang diisi membuat petugas KPPS kelelahan. “Memang banyak format yang harus diisi jadinya mereka kelelahan. Ada yang tidak pernah tidur. Ada yang meninggal di daerah lain di Indonesia. Jadi kalau ada kekeliruan ya karena kelelahan itu. Kita harap kekeliruan itu bisa terselesaikan secara baik di PPK,” ujarnya.

Maria menyebut, sejauh ini ada dua petugas penyelenggara Pemilu di Alor yang mengalami musibah. Satunya kecelakaan dan satu lagi, sakit. “Kami identifikasi ada dua orang yang sakit. Satu anggota PPS Helendoi di Pantar itu kecelakaan pas pulang pleno. Satu lagi KPPS di Kalabahi Timur,” jelasnya.

Dikatakan Maria bahwa pihaknya sudah melaporkan petugas yang sakit kepada KPU RI melalui KPU Povinsi NTT untuk diberi santunan.

Ketua KPUD juga mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Alor untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelenggara Pemilu yang sakit.

Tentang waktu pleno di PPK yang akan berakhir pada tanggal 27 April 2019, Maria bilang sesuai PKPU No.10 Tahun 2019, waktu pleno di PPK diperpanjang hingga 4 Mei 2019. Usai pleno di PPK, baru dilanjutkan ke pleno di tingkat KPUD.

“Banyak petugas yang tumbang jadi diperpanjang sampai tanggal 4 Mei 2019 sesuai edaran PKPU No.10 Tahun 2019. Jadi jam 5 sore mereka bisa istirahat. Kalau sudah selesai baru kita lanjut pleno di KPUD,” katanya.

Terkait upah PPS/KPPS dan PPK yang minim ditambah potong panjak, Maria mengatakan, pihaknya sudah sampaikan keluhan itu ke KPU NTT untuk diteruskan ke KPU RI. Dia berharap ada penambahan upah kerja bagi petugas penyelengara Pemilu.

Maria pun berpendapat bahwa Pemilu kali ini menguras energi penyelengara sampai terjadi ratusan korban jiwa di berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap ada evaluasi regulasi ke depan terkait masalah itu.

Reporter: Demas Mautuka