Seminar GAMKI Alor Bahas Isu Pemberdayaan Pemuda

0
237

Sekda Hopni Bukang, SH, ketika membuka acara Seminar GAMKI Alor, Rabu (24/4) di GMIT Kota Baru, Kalabahi.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Momentum Paskah, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Alor, NTT, menggagas Seminar Sehari. Topiknya, Peran Pemuda Kristen Masa Kini.

Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber utama yaitu: Wakil Ketua DPRD Drs. Yulius Mantaon. Materinya; peran pemerintah daerah dalam pengembangan pemuda gereja. Pemateri Liem Odja. Topiknya; peluang dan tantangan pemuda gereja hari ini dalam semangat oekumene. Narasumber Patje Tasuib; strategi penguatan kapasitas kelembagaan dan pemuda gereja.

Ketua DPRD Martinus Alopada, sambutannya mengapresiasi Kegiatan Seminar GAMKI. Dia menekankan pentingnya kemandirian pemuda melalui wirausaha.

Martinus mengatakan, setiap tahun pemerintah telah kucurkan anggaran pemberdayaan ekonomi pemuda. Namun sebagian pemuda belum maksimal memanfaatkan anggaran pemerintah untuk berwirausaha.

“Pemuda harus mandiri. Pemuda harus bisa berwirausaha. Saat ini pemerintah siapkan anggaran pemberdayaan pemuda yang cukup besar tetapi banyak pemuda belum menangkap peluang itu,” ujarnya dalam sambutan di acara Seminar, Rabu (24/4) di GMIT Kota Baru, Batunirwala, Kalabahi.

Sementara Sekda Hopni Bukang, mengucapkan terima kasih kepada GAMKI dan seluruh pemuda Alor atas kerjasamanya menyukseskan Paskah dan Pemilu damai.

“Pemerintah daerah ucapkan terima kasih kepada GAMKI, pemuda Alor, masyarakat dan TNI-Polri, karena sudah mengawal pemilu damai dan Perayaan Paskah. Dukungan pemuda tentu saja sangat berarti bagi proses politik yang damai dan juga perayaan Paskah,” katanya.

Sekda Alor berharap, Seminar GAMKI dapat menghasilkan rekomendasi gagasan yang berarti untuk menata pembangunan daerah ke depan. “Saya mengkritik topik seminar. Harusnya topiknya bicara Pemuda Kristen kemarin, hari ini dan masa depan. Tapi tidak apa-apa. Saya harap bisa ada rekomendasi yang berarti untuk pemerintah,” ungkap Hopni.

Ketua GAMKI Yefta Djahasana menyebut, isu pemberdayaan pemuda sengaja diangkat dalam Seminar GAMKI karena pemuda dipandang belum diberdayakan maksimal.

“Dasar pikir kami bahwa, sebagian pemuda masih menghabiskan waktu di jalan-jalan. Ada yang hobinya mabuk-mabukan. Nah kita harap potensi pemuda ke depan harus diberdayakan. Pemerintah siapkan anggaran, mari kita bersinergi memanfaatkan peluang itu untuk berusaha,” katanya.

Yefta menambahkan, kegiatan Seminar merupakan program rutin tahunan DPC GAMKI Alor. Oleh sebab itu dia berharap rekomendasi Seminar GAMKI dapat ditinlanjuti pemerintah dan gereja.

Ketua Panitia Seminar Yunus Magang mengatakan, tujuan Seminar yaitu, pertama; mewujudkan bukti kemenangan Yesus Kristus yang telah menebus dosa umat manusia. Kedua; menggalang persatuan dan persekutuan pemuda lintas denominasi gereja-gereja se-Kabupaten Alor.

“Tujuan ketiga; membangun persamaan persepsi, visi dan misi dalam meningkatkan kualitas iman serta mempersiapkan diri dalam menjalani kehidupan kekinian. Keempat; meningkatkan kebersamaan dalam mewujudkan kegiatan sosial pemuda,” ucapnya dalam laporan panitia.

Yunus berharap, output seminar dapat berarti bagi kader muda GAMKI dalam menata kehidupan ke depan serta bermanfaat bagi pembangunan Alor.

Kepan Yunus menerangkan bahwa, Seminar Sehari merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Paskah GAMKI tahun 2019 ini. Selain Seminar, GAMKI juga melakukan kegiatan donor darah sore harinya sekitar pukul 17.00 wita di lapangan mini Kalabahi.

Menurut rencana, pawai Paskah GAMKI akan berlangsung pada Jumat 26 April 2019. Titik star mulai dari Simpang 4 di bawah kantor Kodim 16622 Alor menuju lapangan mini Kalabahi. Setelah itu dilanjutkan dengan KKR. Pengkhotbahnya Pdt. Yandri Manobe.

Reporter: Demas Mautuka