Puluhan Pegawai Kantor Kecamatan Pureman Mangkir dari Tugas

0
389

Kantor Kecamatan PuremanĀ 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Puluhan pegawai negeri sipil yang bertugas di kantor Kecamatan Pureman, dikabarkan mangkir dari tugas. Kantor kini tertutup dari akses pelayanan publik.

“Kantor sepi ini. Saya sedang di halaman kantor baru telepon. Pegawai kosong. Semua ada ke Kalabahi,” ujar guru SMP Pureman, Zeth Maukaling, kepada wartawan via ponsel, Selasa, (5/3), di Peitoko ibu kota Kecamatan Pureman.

Zeth beberkan, Camat dan puluhan pegawai negeri sipil tersebut diketahui mangkir dari tugas sejak selesai mengikuti Musrembang Kecamatan akhir Februari lalu.

“Mereka meninggalkan tugas sejak selesai Musrembang. Begitu Musrembang selesai, mereka juga semua ke (kota) Kalabahi,” katanya.

Ia menyebut, mangkirnya puluhan ASN yang bertugas di Kecamatan Pureman itu membuat akses pelayanan pemerintahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Ya, kantor sepi begini akses pelayanan kemasyarakatan tidak berjalan,” ungkapnya.

Zeth menambahkan, absennya sejumlah ASN itu pun terjadi sebagai akibat program-program OPD minim turun di Pureman. Karena itu ASN jarang hadir dan bertugas di kantor.

“Program-program OPD mungkin saja minim turun di Kecamatan jadi ASN masuk kantor juga mau kerja apa? Tidak ada program-program yang bisa mereka kerjakan. Seharusnya program OPD bisa lebih banyak turun ke Pureman. Di sini kan daerah potensi perikanan tapi bantuan perahu nelayan saja tidak pernah ada,” tuturnya.

Meski demikian, Zeth berharap, para ASN tersebut bisa kembali melaksanakan tugas sebagai bentuk loyalitas terhadap atasannya, Bupati Alor maupun negara.

Sekda Alor Geram Puluhan ASN Pureman Mangkir dari Tugas

Sekda Alor Hopni Bukang, SH, geram mengetahui informasi puluhan ASN mangkir dari tugas-tugas pemerintahan di Pureman.

Dirinya mengaku akan berkoordinasi dengan Camat Pureman Jhon D. Sailana, SE, untuk meminta para ASN kembali bertugas di Pureman.

“Nanti saya telepon Camat untuk cek informasi itu. Mereka harus hadir di kantor. Selesai Musrembang bukan alasan pegawai libur. Tidak ada alasan ASN absen dari tugasnya,” tegas Hopni.

Diketahui, mutasi 60% ASN di Desa dan 40% di Kota Kalabahi, merupakan visi besar Bupati dan Wakil Bupati untuk membangun Alor dari Desa.

Namun, mangkirnya sejumlah ASN di Kecamatan Pureman membuat mimpi Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan Wakil Bupati Hj. Imran Duru, S.Pd, bangun Alor dari Desa, disebut-sebut tak bakal terwujud.

Mutasi ASN Alor Digugat di Komisi ASN

Mutasi 500 ASN di Kabupaten Alor Provinsi NTT diketahui sedang digugat di Komisi Aparatur Sipil Negara. Sejumlah pegawai negeri sipil mengadukan mutasi di Komisi ASN karena dinilai bertentangan dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber di Jakarta, Komisi ASN sudah mengeluarkan putusannya hari ini (5/3), membatalkan SK mutasi Bupati Alor Drs. Amon Djobo. Sebab, mutasi dinilai terbukti melanggar UU Pilkada.

Reporter: Demas Mautuka