Alumni Beasiswa LPDP Asal Alor Kembali untuk Mengabdi

0
541

Mata Garuda LPDP Alor yang menginisiasi melakukan kegiatan Massive Action 2019 di SD Santa Maria Kalabahi, Sabtu (23/2), pagi. 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Belasan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Asal Kabupaten Alor Provinsi NTT, menyatakan komitmennya kembali dan mengabdi kepada daerah.

Bentuk nyata kegiatan yang dilakukan adalah melalui wadah Mata Garuda yang menginisiasi melakukan kegiatan Massive Action 2019.

Ketua PIC LPDP Kabupaten Alor Alboin Selly, M.Pd, mengatakan, program Massive Action tahun 2019 memberikan dukungan terhadap edukasi anak-anak Sekolah Dasar.

Di Provinsi NTT, ada tiga sekolah yang terpilih menjadi kegiatan Massive Action LPDP yaitu, SD Negeri Kafakbeka dan SD Santa Maria Kalabahi di Kabupaten Alor. Satu SD di Kupang yaitu SD Negeri Barbaun Kupang.

“Kegiatan Massive Action hari ini kami lakukan di SD Santa Maria Kalabah. Kemarin (22/2) kami kegiatan yang sama di SD Negeri Kafakbeka. Satu lagi di SD Marbaun Kupang ,” ujar Alboin di sela kegiatan Massive Action LPDP di SD Santa Maria Kalabahi, Sabtu (23/2/2019).

Ia menjelaskan, program tahunan ini secara serentak diselenggarakan di 27 Provinsi pada 21-25 Februari 2019. Total ada sekitar 2.300 sekolah dasar yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan.

“Untuk Kabupaten Alor, jadwalnya selesai hari ini tanggal 23 Februari 2019,” kata Alboin yang kini dosen tetap di Universitas Tribuana Kalabahi.

Kegiatan yang dilakukan antara lain; pengenalan profesi, gerakan tobat plastik dan gaya hidup hemat dan sehat.

Alboin menerangkan, pilihan Sekolah Dasar sebagai lokasi kegiatan karena kegiatan dimaksudkan untuk pengenalan pada anak usia dini. Anak-anak akan mudah menentukan profesi hidupnya sejak dini, belajar kebersihan sampah dan belajar cara hidup sehat.

“Tahun ini kita fokus di Sekolah Dasar. Kita ingin kegiatan ini fokus pada pengenalan sejak dini terhadap anak-anak SD. Kita ingin membuka wawasan anak-anak bahwa mereka harus menentukan masa depannya sejak dini. Begitupun pengenalan sampah. Mereka harus bisa tertib buang sampah dan mulai hidup sehat sejak dini,” jelasnya.

Alboin menambahkan, tahun 2018 mereka sukses menginspirasi pelajar SMA di Alor melalui kegiatan yang sama. Dia berharap, ada dukungan dari sekolah, masyarakat dan orang tua untuk mendukung generasi muda Alor meraih visi hidup dan belajar hidup sehat sejak dini.

Sementara Kepala SD Santa Maria Kalabahi, Nono Nikolaus, S.Pd., SD, mengaku bangga sekolahnya terpilih menjadi lokasi kegiatan Massive Action LPDP 2019.

Dia berharap kegiatan tersebut terus dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak-anak SD ke depannya.

“Tentu kita bangga sekolah kami dipilih. Kita berharap ke depan kegiatan seperti ini terus dilakukan bagi anak-anak. Mereka respon baik dan senang karena ada edukasi-edukasi pembelajaran yang dibuat,” pungkasnya.

Nono pun meminta generasi muda Alor agar menyiapkan diri secara baik untuk mengikuti seleksi program beasiswa LPDP. “LPDP ini program beasiswa yang sangat membantu, saya harap peluang ini bisa diisi oleh anak-anak Alor. Orang Alor harus kuliah sampai Doktor,” tuturnya.

Usai kegiatan, Mata Garuda LPDP Alor membagikan bingkisan Bolpoin 160 buah dan buku 160 lembar kepada siswa/i SD Santa Maria Kalabahi.

Diketahui, Massive Action 2019 adalah bagian dari rangkaian acara Sarasehan LPDP, sebuah gelaran tahunan sebagai wadah bagi seluruh insan LPDP untuk mengembangkan potensi dan bersinergi dalam membangun Indonesia.

Sejak awal diluncurkan pada 2013, saat ini tercatat ada 20.255 awardee LPDP untuk program magister, doktoral, dokter spesialis, dan tesis baik dalam maupun luar negeri.

Reporter: Demas Mautuka