Desa Mausamang Alor Timur Dapat 5000 Bibit Kelapa Asal Flores

0
740

Sebagian anakan kelapa dari 5000 bibit asal Flores ditanam petani Desa Mausamang di lahan jambu mente. (Foto; Januari 2019). 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Dinas Perkebunan Kabupaten Alor, Provinsi NTT, berikan bantuan 5000 bibit anakan kelapa di Desa Mausamang, Kecamatan Alor Timur. Ribuan bibit anakan kelapa siap tanam itu pengadaannya didatangkan langsung dari Flores.

Bantuan tersebut disalurkan kepada Kelompok Tani Desa Mausamang, sekitar Desember 2018 baru-baru ini.

Padahal, Desa Mausamang dikenal memiliki ratusan hekto are perkebunan kelapa yang belum dikelola menjadi produk minyak kelapa unggulan daerah. Harga kopra pun kini merosot. Berkisar antara Rp. 1.500-3.000/kg.

Warga Desa Mausamang ada yang kesal atas bantuan itu. Mereka bertanya, mengapa pengadaan anakan pembibitan kelapa tersebut tidak diambil di Desa Mausamang. Sebab, stok bibit anakan kelapa tergolong banyak di Desa itu.

“Kami bertanya-tanya, mengapa tidak beli saja 5000 bibit kelapa itu dari masyarakat di sini? Kan di sini bibit kelapa banyak. Ada yang jatuh, tumbuh sendiri,” kata Paulus Momaki, sambil menjelaskan fluktuasi harga kopra yang kian hari, merosot.

Ia mengatakan, bila pemerintah membeli anakan kelapa di desanya, lalu disalurkan kepada kelompok tani, tentu akan jauh lebih bermanfaat.

“Kalau belinya langsung di sini, masyarakat bisa dapat uang sedikit-sedikit. Mereka bisa gunakan itu untuk keperluan rumah tangga dan anak-anak sekolah. Mereka pergi gereja juga bisa bawa persembahan yang cukup. Kan uang itu sedikit juga pasti akan beredar di desa,” ujar Paulus.

Lebih lanjut dia menyarankan agar ke depan, pemerintah perlu membuat satu pusat pembibitan kelapa di Mausamang. Selain itu ia pun berharap pemerintah bisa mendorong produksi minyak kelapa dalam skala kecil, rumah tangga.

“Alor ini Desa Mausamang punya kelapa mungkin lebih banyak. Saya pikir kita perlu pikirkan agar ke depan harus ada pusat pembibitan. Kita juga perlu pikir untuk dorong industri minyak kelapa skala rumah tangga. Masyarakat bisa lakukan itu asalkan disuport pemerintah,” ucap Paulus yang berniat maju Kepala Desa Mausamang pada pemilihan Juli 2019 mendatang.

Kendati begitu, dirinya bersyukur atas bantuan 5000 anakan kelapa bagi kelompok tani di Desa paling ujung timur pulau Alor itu.

“Kita bersyukur. Saya yakin saran-saran kita ini akan didengar pemerintah dan DPRD. Harapan kita, ke depan program-program yang turun di masyarakat perlu dikaji secara baik tentang asas manfaat dan ekonominya,” pungkasnya.

5000 Anakan Kelapa Didatangkan Dari Flores

Camat Alor Timur Anderias Maure, SH, membenarkan ada bantuan 5000 anakan kelapa yang disakurkan di Desa Mausamang. Ia menyebut, ribuan bibit kelapa tersebut didatangkan langsung dari salah satu Kabupaten di Flores.

“Waktu lalu yang tahun kemarin itu dari Dinas Perkebunan ada muat (5000) anakan kelapa ke Desa Mausamang. Bilangnya bibit itu bawa dari Kalabahi naik. Katanya diambil dari Flores,” jelasnya, sambil tidak menyebut pasti nama kabupaten di Flores.

Camat Andreas juga menyarankan agar ke depan stok pembibitan perlu diambil langsung dari masyarakat di Desa Mausamang. Karena stok yang tersedia, melimpah ruah.

“Kabupaten Alor ini Desa Mausamang yang lokasi bibit (kelapa) itu. Tahun kemarin dorang beli di Flores itu muat berapa truk memang ke Mausamang itu. Ini tahun beli lagi na bagaimana? (Padahal Mausamang punya stok bibit yang banyak),” tutur Camat Andreas, saat dihubungi wartawan, Selasa, (5/2/2019).

Pantauan wartawan, 5000 anakan kelapa bantuan Dinas Perkebunan tersebut sudah di tanam kelompok tani di sana. Karena stoknya melebihi kapasitas, ada petani yang terpaksa menanamnya di lahan jambu mente, lahan jagung dan kebun ubi.

Penulis: Demas Mautuka