Darwin Endus Dugaan Korupsi Proyek Puskesmas Maritaing

0
1001

Proyek gedung baru Puskesmas Maritaing yang kini masuk tahun kedua mangkrak.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Mantan Kepala Seksi Jasa Kontruksi Dinas PU Kabupaten Alor, Darwin Amahala, mengendus aroma dugaan korupsi di proyek Puskesmas Maritaing.

Ini dibuktikan, hasil pemeriksaan tim teknik Politeknik Negeri Kupang ditemukan fisik bangunan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan direkomendasikan untuk gedung lantai dua dibongkar.

“Saya menduga ada unsur korupsi di dalamnya (proyek Puskesmas Maritaing). Karena pekerjaan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi kontrak,” ujar Darwin kepada wartawan, Senin, (28/1) di Kalabahi.

Dia menjelaskan, hasil temuan Politeknik Kupang, cor besi lantai dua hanya terpasang satu besi saja. Seharusnya dua besi dalam spesifikasi kontrak. Begitupun tiang penyangga lantai dua.

“Nah itu artinya pekerjaan dikerjakan di luar spesifikasi kontrak tanpa pengawasan konsultan pengawas dan PPK. Cth. Kalau cor besi idealnya 4 lalu yang terpasang hanya 2 saja, itu berarti ada indikasi kerugian negara di situ,” katanya.

Darwin Amahala pun mempertanyakan, dasar hukum Kontraktor PT. Menara Jaya Makmur, melanjutkan pekerjaan meski sudah di PHK akhir Desember 2017 lalu.

“Perlu kita pertanyakan, siapa yang menyuruh dia kerja lanjut dan atas dasar apa dia lanjut bekerja? Kan sudah di PHK. PHK itu pemutusan hubungan kerja baik secara fisik maupun administratif,” ungkap Darwin.

Dirinya kesal karena informasi yang dia peroleh, kontraktor proyek Puskesmas Maritaing adalah juga kontraktor Pasar Lipa-Kalabahi yang sampai hari ini proyek Pasar Lipa belum di PHO.

“Menurut informasi yang kami peroleh katanya dia yang kerja Proyek Pasar Lipa. Nah sampai sekarang kan katanya pasar itu belum di PHO,” dia menambahkan.

Darwin meminta aparat hukum perlu menyelidiki proyek Puskesmas Maritaing, karena kuat dugaan merugikan keuangan negara.

“Ya, harus,” pungkas Darwin yang mengaku mendampingi Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Imanuel E. Blegur mengecek fisik bangunan proyek Puskesmas Maritaing baru-baru ini.

Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Daniel Lapikoli dan Yameha mengakui proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi kontrak. Hal itu terlihat dari hasil pemeriksaan tim Poltek ditemukan cor besi lantai dua yang terpasang hanya satu besi. Idealnya dua besi. Itu menjadi satu penyebab PPK kemudian PHK Kontraktor PT. Menara Jaya Makmur.

Sebelumnya, proyek Puskesmas Maritaing yang dibangun dari Dana DAK Afirmasi T.A. 2017 senilai Rp.6,1 Miliar, mangkrak. Sesuai kalender kerja, proyek itu seharusnya tuntas sejak 30 Desember 2017.

Penulis: Demas Mautuka