Kontraktor Puskesmas Maritaing Sudah PHK, Tapi Masih Lanjut Kerja

0
812

Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Imanuel E. Blegur ketika kunker pantau proyek Puskesmas Maritaing, Sabtu, (26/1).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, Daniel Lapikoli menyebut, PT Menara Jaya Makmur (PT. MJM) selaku kontraktor proyek Puskesmas Maritaing sudah di PHK akhir Desember 2017. Meski sudah di PHK, kontraktornya masih juga melanjutkan pekerjaan.

“Kontraktornya sudah di PHK per 30 Desember (2017) kemarin itu,” ujar Daniel Lapikoli, saat berdialog dengan Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Imanuel E. Blegur, Sabtu, (26/1/2019) di lokasi proyek, Maritaing, Alor Timur.

Langkah PHK tersebut ditempuh PPK sebab PT. MJM tidak menyanggupi pekerjaan dari jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender kerja terhitung tanggal kontrak 29 Juli 2017.

“Karena waktunya sudah lewat (dari kalender kerja) jadi PHK,” katanya.

Walaupun sudah di PHK, kontraktor PT. MJM masih juga melanjutkan pekerjaan. ” Ya, sudah di PHK tetapi dia masih lanjut kerja terus. Bahkan dia sekarang kasih somasi ke Pemda untuk bayar pekerjaan yang dikerjakan di luar dari pengawasan kami,” lanjut Daniel sambil tidak menyebut siapa yang menyuruh kontraktor melanjutkan pekerjaan setelah di PHK.

Ia menambahkan, mekanisme PHK sudah dilakukan sesuai prosedur. “Semua proses PHK sesuai prosedur sampai PHK tanggal 30 Desember. Kita sudah kirim surat PHK via email dan fisik juga sudah,” jelasnya.

Sementara pejabat Dinkes, Yameha, mengatakan, pembayaran upah PT. MJM dilakukan sesuai presentasi progres fisik yang dikerjakan perusahaan. Yameha bilang, berbagai jaminan pun sudah disita pemerintah.

“Bayar 12,15% (dari total nilai proyek Rp.6,1 Miliar). Jaminan uang muka dan jaminan pelaksanaan sudah diamankan,” ujarnya.

Kelanjutan Proyek Menunggu Penyelesaian Somasi

*Papan Proyek Puskesmas Maritaing. 

Pemerintah memastikan akan melanjutkan sisa pekerjaan proyek Puskesmas Maritaing tahun 2019 ini. Kelanjutan pekerjaan tersebut akan dilakukan setelah proses negosiasi maupun proses hukum somasi dari PT. MJM kepada Pemda, terselesaikan.

“Dong (PT. MJM) ada somasi jadi kapan sisi hukum somasi itu beres dulu baru kita lanjut kerja. Kita tidak berani lanjut. Kita juga pingin untuk cepat selesai (tahun ini),” pungkas Daniel Lapikoli.

Proyek Puskesmas Maritaing dikerjakan kontraktor PT. Menara Jaya Makmur. Konsultan Pengawas CV. Saba Consult. Sumber dana DAK Afirmasi T.A. 2017 senilai Rp.6,1 Miliar. Jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender kerja terhitung tanggal kontrak 29 Juli 2017.

Mega proyek Afirmasi kesehatan tersebut sudah masuk tahun kedua mangkrak. Hal itu mengundang Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Imanuel E. Blegur, yang membidangi Kesehatan dan Tenaga Kerja, kunjungan kerja di Maritaing, Sabtu, (26/1).

Hasil kunjungannya Imanuel E. Blegur meminta kepada Pemda Alor untuk segera menyelesaikan sisa pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan. Tujuannya agar gedung baru Puskesmas itu dapat diperuntukan bagi pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan NKRI-RDTL.

“Kita akan menghimbau kepada Pemda untuk bagaimana mencari jalan keluarnya. Soalnya kontraktornya sudah di PHK. Kalau sudah di PHK berarti sisa dana masuk ke kas daerah,” pungkas Imanuel di sela kunkernya di Maritaing.

Penulis: Demas Mautuka