Kasek SD Merangkap SMP Satap di Karangle Bantah Tidak Bertugas Setahun

0
568

Ilustrasi; guru diberi gaji oleh negara untuk berkewajiban mengajar di kelas. (Sumber: beritasatu).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Kepala SD Inpres Karangle merangkap SMP Satap Lamotena, Imanuel Frare, membantah dirinya tidak bertugas selama setahun. Sebelumnya Kasek Imanuel dituding warga bahwa ia absen kantor selama setahun.

Imanuel menyebut, bulan Juli 2018, dia masih melaksanakan tugas di SMP Karangle. Namun karena alami kecelakaan ketika menuju tempat tugas, maka ia harus dirawat di RSUD Kalabahi. Selama ini statusnya rawat jalan.

“Bulan Mei (2018) saya sakit jatuh motor pas sebelah jembatan jalan menuju Karangle. Saya masuk UGD tidak ada yang kasihan,” kata Imanuel, menghubungi wartawan, Jumat, (25/1), malam di Kalabahi.

Meskipun dalam keadaan sakit, Imanuel mengaku dirinya masih aktif melaksanakan tugas di Karangle.

“Juni (2018), dalam keadaan sakit, saya masih urus ujian, bagaiamana setahun saya tidak kerja?” kesalnya.

Kasek yang merangkap jabatan selama 5 tahun itu bertutur, sewaktu dirawat di RSUD Kalabahi, Kadisdik Alor Alberth N. Ouwpoly sudah menjenguknya.

“Secara kedinasan pak Kadis sudah tahu saya sakit. Saat itu beliau sendiri jenguk saya di UGD RSUD. Para pengawas sekolah juga sudah tahu saya sakit,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Imanuel Frare menegaskan tidak benar tudingan warga bahwa ia absen selama setahun. Yang benar adalah dia itu jatuh sakit.

“Tidak begitu (absen setahun), saya ini sakit dan masih rawat jalan. Waktu sudah mau pulih saya rencana naik Karangle tapi kebetulan ada tugas-tugas Dinas di sini yang harus saya selesaikan jadi belum naik,” Imanuel melanjutkan.

Ia memastikan, minggu depan akan kembali bertugas di Karangle. “Mulai minggu depan saya mulai aktif bekerja. Senin 28 Januari (2019) ini saya naik bertugas,” pungkasnya.

Beasiswa dan Ijazah akan Diberikan

Kasek Imanuel menjelaskan, dana beasiswa KIP untuk anak-anak sekolah di Karangle akan dibayar minggu depan. Dia bilang dana itu ada namun karena ia jatuh sakit maka belum sempat dibayar.

“Senin 28 Januari baru saya naik selesaikan laporan masyarakat. Untuk beasiswa itu dananya ada. Saya kebetulan sakit jadi belum naik bayar. Nanti saya naik bayar minggu depan,” ujarnya.

Tentang Ijazah 5 anak yang belum dibagikan, Kasek Imanuel mengaku Ijazahnya sudah ada dan akan diberikan kepada siswa.

“Ijazah ada. Hanya beberapa siswa belum kasih foto jadi itu yang belum bagi. Yang sudah ada foto itu mereka sudah ambil. Tapi semua ijazah yang belum itu nanti saya bawa naik bagi di Karangle minggu depan,” ujarnya lagi.

Soal upah tukang dan gereja, Kasek mengungkapkan, upah tukang tidak bisa dibayar semua karena pengadaan material melebihi kapasitas.

“Memang upah tukang ini kami agak kesulitan bayar karena volume pengadaan material lokal melebihi dari perencanaan. Itu berpengaruh pada biaya. Nah ada kelebihan sedikit itu yang saya suruh pasang tehel lantai itu ditambah las besi. Karena tehel dan las tidak ada di perencanaan,” tuturnya.

Meski demikian, dia akan berupaya membayar upah tukang yang sudah membantu menyelesaikan pekerjaan gedung baru USB SMP Lamotena Karangle, Alor Timur.

“Saya tahu ada beberapa tukang yang kami belum bayar. Tapi nanti kami selesaikan di kampung,” pungkas Imanuel seraya mengucapkan terima kasih kepada para pendukung sekolah di Karangle.

Sebelumnya, Kasek Imanuel Frare disebut warga tidak masuk kantor selama setahun dan tidak membayar beasiswa KIP anak selama 2 tahun.

Selain itu warga pun menuntut pemberian Ijazah 5 anak serta pembayaran upah tukang dan upah gereja proyek USB SMP Satap Lamotena Karangle yang kini belum dibayar pihak sekolah.

Penulis: Demas Mautuka