Setahun Kasek SD Inpres Karangle Tidak Masuk Kantor, Terancam Dipecat?

0
955

Pendukung SD Inpres Karangle, Tomas Molana. 

KALABAHI, TRIBUABAPOS.Com – Kepala SD Inpres Karangle Imanuel Frare, dibilang absen dari tugasnya selama lebih kurang setahun. Hal tersebut membuat KBM di sekolah itu tidak berjalan normal jelang ujian nasional. Dia pun terancam dipecat dari status ASN.

“Kepala SD Inpres Karangle sudah setahun tidak masuk kantor. Anak-anak di sini ditelantarkan. Padahal ujian sekolah dan ujian nasional sudah dekat,” ujar pendukung SD, Tomas Molana, kepada wartawan, Rabu, (23/1) di Karangle.

Menurutnya, ketidakhadiran Kasek Imanuel, membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang terletak di gerbang NKRI-RDTL itu mandek. Anak-anak tidak peroleh pendidikan yang layak.

“KBM mandek lah. Karena di sini Guru PNS hanya 2 orang termasuk Kasek. Kalau dia tidak masuk maka tentu pengaruhnya pada proses belajar anak-anak. Anak saya 3 orang memang di SD, mereka tidak dapat belajar dengan baik. Kasihan guru-guru honorer yang selama ini masuk kelas, padahal gaji mereka kecil” kata Tomas.

Ia menjelaskan, masalah ketidakhadiran Kasek Imanuel Frare itu sudah ia sampaikan langsung kepada Kadisdik Alberth N. Ouwpoly. Respon Kadis bahwa, Kasek Imanuel sedang sakit.

“Baru-baru pak Abe Ouwpoly datang kunjungan kerja di sini (Karangle). Saya sudah sampaikan. Pak Abe bilang Kasek ada sakit. Masa sakitnya setahun memang? Kalau begini kan merugikan anak-anak,” keluhnya.

Tomas berharap Dinas Pendidikan dapat segera mengambil langkah strategis untuk menggantikan posisi Kasek Imanuel Frare.

“Ya, kalau bisa kaseknya diganti saja. Kalau kerja model begini kan tidak baik. Nanti kami masyarakat yang rugi,” pungkasnya.

Setahun tidak hadir, bila Kasek Imanuel Frare terbukti tidak masuk kantor dengan alasan yang tidak jelas maka dia terancam dipecat dari status ASN. Sebab, waktu lalu Bupati Alor Drs. Amon Djobo menegaskan, para ASN yang tidak masuk kantor selama lebih dari 30 hari kerja akan dipecat dengan tidak hormat.

ASN yang dipecat Bupati Alor waktu lalu karena terindikasi absen dari tugasnya yaitu: Agustina Florence Weni, Merly Thomas, Janelenda Peni. Ketiganya diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Ada pula ASN yang dipecat Bupati Amon yakni; Yustus Mokoni dan Zet Lahtang. Mereka pun dikenai sangsi ASN karena disebut-sebut tidak masuk kantor lebih dari 30 hari kerja. Namun, Zet Lahtang diaktifkan kembali status ASN-nya oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian RI.

Penegasan pemecatan ASN juga disampaikan Sekda Alor Hopni Bukang, SH. Hopni mengungkapkan, langkah pemberhentian sejumlah ASN dengan hormat tersebut dilakukan karena dari hasil pemeriksaan tim, terbukti yang bersangkutan tidak masuk kantor.

“Yah memang ASN itu tidak masuk kantor selama lebih dari 99 hari. Sangsi peringatan lisan dan tertulis juga sudah dilakukan tetapi yang bersangkutan tetap tidak masuk kantor. Ini tidak bisa ditolerir jadi kita berhentikan dengan hormat. Semua sudah sesuai prosedur,” kata Sekda.

Dia menegaskan, tidak akan beri toleransi hukaman kepada ASN yang “bandel” malas masuk kantor. “Tidak ada toleransi bagi ASN yang absen. Kita akan pecat sesuai prosedur,” tegasnya kepada wartawan belum lama ini.

2 Tahun Beasiswa KIP Belum Bayar

Tomas Molana menyebut, beasiswa anak-anak SD Inpres Karangle, Desa Elok, Alor Timur, selama 2 tahun juga belum dibayar Kasek Imanuel Frare. Informasi yang dia peroleh, sekolah lain sudah melakukan pembayaran.

“Beasiswa KIP ini juga dia (Kasek) belum bayar. Sudah 2 tahun punya belum bayar. Kami orang tua hanya pegang kartu KIP saja. Selama inikan biasanya bayar. Sekarang tidak, 2 tahun memang. Sekolah lain sudah bayar,” kata Tomas.

Ia berharap, Dinas Pendidikan bisa memperhatikan persoalan beasiswa anak-anak SD Inpres Karangle.

Selain itu dia pun mengeluhkan upah tukang pembangunan gedung baru Satap SMP Karangle. Katanya, gedung sudah tuntas, tetapi sejumlah upah tukang dan gereja kini masih belum dibayar Kasek Imanuel Frare.

“Upah tukang juga belum bayar. Gereja punya utang saja belum bayar. Semoga keluhan ini disampaikan supaya mereka datang bayar,” cetus Tomas.

5 Anak Belum Terima Ijazah SMP

Pendukung SMP Satap Karangle, Yustinus Seula, mengeluhkan Ijazah 5 anak SMP Satap Karangle yang belum dibagikan sekolah. Sejauh ini ia belum tahu kendalanya.

“Ada 5 anak belum terima ijazah SMP. Kami juga tidak tahu kendalanya apa sehingga belum bagi ijazahnya. Waktu itu Kasek SMP Satap Karangle, pak Imanuel Frare. Beliau rangkap jabatan Kepala SD Inpres Karangle. Baru-baru ini Kasek SMP sudah dilantik yang baru,” katanya.

Kelima anak SMP yang ia sebut belum menerima Ijazah yaitu; Musa Harun Malese, Elisa Luase, Nimrod Masae, Yafed Luase, Kornelis Masae.

Kadisdik Alberth N. Ouwpoly yang dihubungi tribuanapos.com melalui aplikasi messenger, belum merespon pesan wartawan.

Selain Kasek Imanuel Frare, pantauan wartawan, sejumlah PNS yang dimutasikan Bupati Alor ke SD Inpres Karangle dan SMP Satap Karangle baru-baru ini, belum terlihat wajahnya di sana.

Penulis: Demas Mautuka