Ketua DPRD Minta Dua Nakes Pureman Diberi Penghargaan

0
699

Ketua DPRD Alor Martinus Alopada. (Sumber: Humas Pemda Alor).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Ketua DPRD Alor, meminta pemerintah memberi penghargaan bagi dua Nakes Puskesmas Mademang, yang sudah mengalamai kecelakaan ketika menjemput pasien di Desa Langkuru, Kecamatan Pureman.

Menurutnya, penghargaan tersebut sepatutnya diberikan sebagai bentuk imbalan atas jasa dan dedikasi mereka yang tinggi bagi daerah.

“Bidan itu harus diberikan penghargaan oleh daerah. Karena mereka sudah dedikasikan diri secara total untuk misi kemanusiaan. Tengah malam jemput pasien itukan bentuk dedikasi yang nyata,” ujar Ketua DPRD Alor Martinus Alopada, kepada wartawan di ruang kerjanya kompleks Batunirwala Kalabahi, Kamis, (10/1/2019) siang.

Dia meminta agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, memberi penghargaan kepada kedua bidan tersebut. Kedu

“Ini sebuah prestasi kerja. Jadi harus beri penghargaan. Biasanya (penghargaan) itu diberikan oleh pimpinan (Kadis Kesehatan dr. Maya Blegur), selaku atasannya. Itu biasa melalui kebijakan-kebijakan,” ungkapnya.

Martinus menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan tidak dalam bentuk material semata tetapi bisa juga dalam promosi jabatan.

“Tidak hanya material, tapi bisa diberi sanjungan. Karena mereka sudah sekian lama bekerja di tempat itu ya, bisa mutasi ke tempat yang tidak beresiko tinggi. Biasanya begitu,” ungkapnya.

*Nakes Mademang: Novita Moikari (kiri) dan Ester Letikari. (Foto: FB Letikari Ette).

Selain dua bidan, Ketua DPRD juga meminta agar beri penghargaan kepada sopir ambulance Puskesmas Mademang. Sebab, sopir kata Martinus pun sudah bekerja dengan dedikasi yang baik untuk daerah.

“Sopir itu juga patut diberi penghargaan. Dedikasi mereka semua itu menjadi contoh yang positif bagi ASN yang lain. Jadi kalau mutasi ke desa-desa ya, jangan berkecil hati. Karena ada orang yang sudah bekerja capek untuk daerah ini. Kita ingin semua aparatur merasakan bagaimana melayani di medan-medan yang sulit,” jelasnya.

Ketua DPRD menekankan agar Kadis Kesehatan dapat memberi sanksi yang tegas kepada aparatur yang malas masuk kantor, apa lagi bekerja.

“Reward dan punishment harus diterapkan secara seimbang oleh pimpinan. Kalau ada yang tidak masuk kantor, pimpinan bisa terapkan punishment atau ukuman. Mungkin teguran, dan lain-lain,” pungkasnya.

Kedua Nakes tersebut yakni: Novita Moikari, A.Md, Keb dan Ester Letikari, A.Md, Kep. Keduanya dalam status tenaga kontrak daerah dan sudah bertugas sekitar 2 tahun di Puskesmas Mademang dengan gaji Rp.750 ribu/bulan. Novita diketahui baru lulus CPNS 2018, penempatan di Pustu Peitoko, Pureman.

*Perawat Ester Letikari, Kapus Pureman Randy Talilah dan crue Nakes Puskesmas Mademang, sedang menggunakan transportasi laut (perahu ketinting), melayani pasien di Pureman. (Foto: FB Letikari Ette).

Penghargaan Akan Diperhatikan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Mery Gorangmau, S.IP, menyebut, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kadis Kesehatan dr. Maya Blegur untuk menindaklanjuti permintaan Ketua DPRD.

“Nanti kami konsultasi dengan ibu Kadis (untuk beri penghargaan). Tentu akan kita perhatikan,” ujar Mery.

Dia mengaku, pihaknya secara kelembagaan sudah menemui bidan Novita Moikari, A.Md, Kep, saat dirawat di RSUD Kalabahi.

“Kami sudah temui yang bersangkutan di RSUD. Dan sudah beri perhatian. Kami akan terus perhatian kepada mereka,” katanya sambil mengaku, sudah mengecek informasi mobil ambulance Puskesmas Mademang sudah beroperasi kembali.

Diberitakan sebelumnya, dua Nakes Puskesmas Mademang, Novita Moikari, A.Md, Keb dan Ester Letikari, A.Md, Kep, bersama sopir Yosua Mautoring, celaka di Desa Subo, Alor Selatan, ketika ingin menjemput pasien rujukan di Desa Langkuru, Pureman. Mobil ambulance tergelincir dan terbalik di semak belukar.

Kejadian itu terjadi pada Selasa, (8/1), tengah malam. Akibatnya Novita Moikari mengalami benturan pada tangannya yang cukup parah. Dia lalu dilarikan ke RSUD Kalabahi, sekitar pukul 02.00 dini hari. Lalu, Ester dan Yosua tidak begitu alami benturan keras.

Penulis: Demas Mautuka.