Dibantu Polisi, Istri dan Bayi Sumiran Kapukong Ditemukan 

0
1670

Suami Juwita J. A. Tallo, Sumiran Jaya Kapukong.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Juwita J. A. Tallo, yang merupakan istri sah dari Sumiran Jaya Kapukong, disebut menghilang bersama bayinya di RSUD Kalabahi sejak 20 Desember 2018. Usai melapor kepada kepolisian, polisi akhirnya menemukan keberadaan istri dan anak Sumiran.

Sumiran panik, istri dan bayi semata wayangnya itu dinyatakan pihak RSUD Kalabahi sudah pulang bersama keluarganya sejak 20 Desember 2018. Namun Juwita dan bayinya, dikatakan Sumiran diketahui belum juga pulang ke rumahnya hingga hari ini.

Pada 20 Desember 2018, sejak keluarga Sumiran dinyatakan hilang olehnya, dia lantas menuju kantor polisi untuk dibuatkan laporan polisi di sentra pelayanan Polres Alor. Setiba di sana, petugas piket mengatakan, di Alor ini tidak mungkin istri dan anaknya diculik orang.

“Setelah istri dan anak saya, saya nyatakan hilang di RSUD. Saya lapor hari itu juga di Polisi. Saya tiba di kantor polisi saya bilang di petugas piket, pak Bakchiar Nuha: Istri dan anak saya hilang diculik orang di RSUD. Polisi bilang tidak mungkin, ini di Alor, pasti ada di salah satu rumah keluarganya. Mari kita cari di rumah lu punya bapak mantu,” ujarnya tanya jawab dengan polisi, sambil berikan alamat rumah menantunya.

Polisi kemudian mengantar Sumiran menuju ke rumah menantu di Karkameng, Jembatan Hitam, Kecamatan Teluk Mutiara. Saat tiba di sana, istri dan anak Sumiran ternyata ada di rumah menantunya bernama Klaping Tallo.

“Kita sama-sama polisi ke rumah menantu saya. Di sana, istri dan anak saya ada. Tapi sempat terjadi pertengkaran karena keluarganya mengusir saya dari rumah. Saya tidak tahu apa masalahnya,” ungkapnya.

Polisi lantas menyarankan Sumiran agar pulang dan selesaikan masalahnya secara kekeluargaan. Sumiran disarankan, tidak membuat laporan polisi.

“Polisi bilang lu punya istri lagi sakit HB-nya rendah. Dia ada jadi pulang dan selesaikan secara kekeluargaan. Polisi bilang: jangan sampai ada masalah dengan istri atau lu tidak nafkahi? Saya bilang: saya kredit dengannya Rp.200 juta buka kios ada di rumahnya itu. Itu untuk menafkahi istri saya. Saya dan istri baik-baik saja. Kami sama sekali tidak ada masalah. Terus saya pulang,” ujarnya.

Keesokan harinya, Sumiran temui bapak nikahnya meminta agar mediasi kepada keluarga istrinya agar istri dan anaknya disilahkan pulang ke rumahnya. Pendekatan keluarga pun dilakukan orang tua nikahnya, namun tidak membuahkan hasil.

Ia pun melaporkan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Teluk Mutiara untuk mediasi. KUA diketahui sudah melayangkan surat panggilan kepada istrinya. Besok Senin, (7/1), pagi, mediasi akan dilakukan.

Ditanya apakah dia dan istrinya sedang konflik hingga terancam cerai? Sumiran mengaku, hubungan mereka tidak ada masalah sama sekali. “Tidak ada masalah diantara kita. Saya yang antar dia ke RSUD tanda tangan surat-surat untuk tindakan kelahiran,” tutupnya.

Sebelumnya, istri dan anak Sumiran 20 Desember lalu dia nyatakan hilang di RSUD Kalabahi. Itu diketahuinya setelah dia menjenguk di ruang VIP RSUD Kalabahi, namun mereka tidak ada.

Pihak RSUD menurut Sumiran, mengatakan, istri dan bayinya sudah dipulangkan oleh pihak keluarga, namun begitu, kini belum juga tiba di rumahnya. *(dm).