Kadis Muaz: Sampah Tetap Diangkut ke TPA Pante Deere

0
565

Kadis Perdagangan Kabupaten Alor, Muaz Abdurachman Kamis.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Kepala Dinas Perdagangan Alor, Muaz Abdurachman Kamis menegaskan, sampah di Pasar Kadelang tetap dibuang ke TPA Pante Deere, Kabola, meski lokasi itu mendapat penolakan dari warga setempat.

“(Sampah) yang di Kadelang itu tetap kita angkut ke TPA Pante Deere,” ujar Muaz kepada wartawan di kantornya, kompleks daerah lama, Kalabahi, Jumat, (4/1/2019).

Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kata Muaz, tetap digunakan karena pemerintah belum menyiapkan lokasi TPA yang baru untuk tahun ini.

“Untuk sementara kita masih pakai TPA di (Pante Deere) Kabola. Rencana tata ruang kota itu lokasi TPA ada di sana, Lembur. Tapi itu ke depan. Bukan tahun ini (2019),” katanya.

Kadis Muaz mengatakan, master plan TPA memang harus dirancang sebaik mungkin dan tentu membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu pemerintah belum putuskan membangun TPA yang baru, tahun 2019 ini.

“Membangun TPA juga ada dia pung standar. Nah, biasa lobi-lobi ke kementrian baru bisa dapat (anggarannya). Tapi kalau daerah mampu ya (Bisa dibangun). Saya lihat dari kondisi keuangan dengan prioritas yang begini banyak, agak susah bangun TPA. Jadi belum (bisa dibangun) sekarang lah,” jelasnya.

Ditanya terkait adanya penolakan dari warga Pante Deere, Muaz menyebut, itu biasa dan memang TPA Pante Deere sudah ditetapkan pemerintah sebagai lokasi pembuangan akhir sampah.

“Warga ini ju aneh-aneh lah. TPA Lembur, belum. Jadi kita masih fokus di Pante Deere. Ini hari kita mobilisasi alat berat untuk dorong (sampah-sampah di Pante Deere) ke bawah. DLH sudah bergerak. TPA kan (tugas) mereka to? Produksi sampah kita (Dinas Perdagangan),” Muaz menerangkan.

Tentang anggaran pengangkutan sampah, Muaz mengaku, anggarannya ada. Namun karena kemarin libur maka anggarannya baru bisa dibayar dan sampah pun baru bisa diangkut hari ini.

“Anggarannya ada. Kita baru mau bayar. Kemarin libur jadi sampah belum diangkut. Saya yakin ke depan tidak ada lagi penumpukan. Saya lagi minta anggarannya untuk bayar DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Karena tenaganya dipakai. Kasihan kalau tidak dibayar,” pungkasnya.

Kendati begitu, pantauan wartawan, sekitar pukul 12.36 wita, sampah masih menumpuk di pusat perdagangan kota, pasar Kadelang. *(dm).