Dinas PUPR Provinsi NTT Lanjut Kerja Pipa Air Aimoli

0
683

Kades Aimoli Gaddauna E. Beli.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Proyek jaringan perpipaan di Desa Aimoli Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL) yang dulunya dibongkar paksa Pemuda Pancasila dan oknum warga, kini dikerjakan lanjutan oleh Dinas PUPR Provinsi NTT.

“Proyek pipa Aimoli sudah jalan. Sekarang sedang dikerjakan,” ujar Kepala Desa Aimoli Gaddauna E. Beli kepada wartawan di kantor Desa Aimoli, ABAL, Jumat, (28/12), siang.

Gaddauna mengatakan, proyek pipa Aimoli, dikerjakan langsung oleh tim pengairan Dinas PUPR Provinsi NTT.

“Untuk teknis pemasangan pipa, kita serahkan langsung kepada tim teknis dari PUPR kabupaten dan provinsi. Jadi sekarang mereka yang kerja. Saya bilang kerja saja, kalau ada kendala bisa kita cari solusinya bersama,” katanya.

Dia menjelaskan sebelum dikerjakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Alaang sebagai wilayah tetangga pengguna air bersih.

Kesepakatan yang ditempuh di antaranya: pengairan hanya fokus pada dua desa (Aimoli dan Alaang). Kemudian, pemerintah bangun bendungan. Dan untuk pengelolaan airnya diserahkan kepada dua desa. Bukan dikelola oleh PDAM.

“Tambah lagi poin kesepakatan kita itu bahwa, kalau debit air menuju ke sawah (Desa Aimoli) berkurang maka akan kita tinjau. Dalam arti proses pembagian air kedua desa itu bisa diatur supaya seminggu jalan sekali, dua kali atau tiga kali. Itu teknisnya nanti kita atur,” ungkapnya.

Gaddauna menyebut, poin-poin kesepakatan tersebut masih dalam rancangan. Dia bilang, setelah proyek selesai maka pihaknya akan meminta Camat ABAL memfasilitasi pembahasan poin-poin untuk disepakati bersama kedua desa.

“Ini masih dalam rancangan. Nanti kita minta Camat fasilitasi untuk kita bahas poin-poin kerja sama lintas desa itu. Kita masih tunggu proyeknya tuntas dulu,” ucapnya.

Tentang pendanaan, Kades Gaddauna mengaku, sumber pendanaan proyek pipa Aimoli bersumber dari DPA Dinas PUPR Provinsi NTT.

“(Sumber dana) semuanya dari Dinas PU Provinsi. Nomenklatur programnya, optimalisasi peningkatan jaringan perpipaan. Tentu mengacu pada poin-poin kesepakatan kita dengan kelurahan Adang itu,” sebut dia.

Terkait kerusakan pipa yang dulunya dilakukan oknum-oknum tertentu ketika awal dia menjabat, Kades tak ingin berkomentar lebih jauh. Meski begitu dia tegas bilang, proyek pipa Aimoli akan tuntas di masa tugasnya periode pertama tahun 2019.

“Ya, waktu itu saya dalam posisi sulit karena berdiri di tengah-tengah. Saya tidak bisa berpihak ke siapa-siapa. Karena air ini untuk kebutuhan banyak orang, maka saya tidak ingin masalah ini saya bawa sampai akhir periode tugas saya. Jadi sebelum saya turun ya tanggung jawab saya untuk selesaikan,” pungkas Gaddauna yang disebut-sebut akan maju Kades periode kedua itu.

Kepada Dinas PUPR Kabupaten Alor Ir. Yoseph Malaikosa, membenarkan proyek jaringan pipa Aimoli sedang dikerjakan tim teknis Dinas PUPR Provinsi NTT.

“Ia, dari Provinsi (yang kerja) itu,” kata Yoseph menjawab pertanyaan wartawan saat dihubungi, Sabtu, (29/12), petang.

Diketahui, proyek pipa Aimoli dianggarkan Satker PK-PAM NTT Bidang Cipta Karya Dinas PU NTT di Desa Alaang, Kecamatan Alor Barat Laut T.A. 2010/2011.

Tahun 2013, menjelang pemilu 2014, proyek tersebut lalu dibongkar paksa oknum warga dan Pemuda Pancasila pimpinan Walter E. Datemoli, SE. Walau begitu, Walter tetap membantah dirinya terlibat pengrusakan pipa Aimoli.

Akibat pengrusakan itu, Dinas PU, Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum-NTT dan pelaksana kegiatan/perusahaan (pihak ke-3), mengalami kerugian material non local. Sebab, pipa merupakan material yang didatangkan dari luar Alor dengan anggaran cukup besar. *(dm).