Pengurus Pusat Lantik BPC GMKI Kalabahi

0
604

Pelantikan BPC GMKI Kalabahi oleh Kabid HI Pengurus Pusat, Amos Lafu, SH, Kamis, (13/12) di Jemaat GMIT Tiberias Kota Baru, Kalabahi.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.com – Badan Pengurus Cabang GMKI Kalabahi Periode 2018-2020, resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilakukan Kabid Hubungan Internasional Pengurus Pusat GMKI, Amos Lafu, SH, Kamis (13/12) di Kalabahi.

Surat Keputusan (SK) Nomor: 360035/SU/INT/K/XII/2018 Tentang Pengesahan dan Pelantikan BPC GMKI Kalabahi Masa Bhakti 2018-2020 dibacakan BPC Karateker Salmon Salko, S.Pd.

Surat Keputusan tersebut mengesahkan Ketua Donal I. Paut, Sekretaris Ekber Kaminukan dan Bendahara Desy Wabang beserta jajaran BPC lainnya.

“Dengan rahmat Tuhan kita Yesus Kristus sebagai kepala gerakan GMKI maka dengan ini saya melantik saudara/i Badan Pengurus Cabang GMKI Kalabahi Masa Bhakti 2018-2020 dengan resmi,” kata Kabid Amos sembari melantik dan mengukuhkan BPC GMKI Kalabahi.

Usai dilantik Ketua BPC GMKI Donal I. Paut, mengucapkan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

Dia meminta dukungan semua pihak untuk bersama bekerja melanjutkan perjalanan organisasi ke depan. Donal juga optimis, bersama Yesus Kristus, GMKI akan berjalan menuju masa kejaannya yang dijanjikan Tuhan.

“Kami sangat membutuhkan dukungan saudara-bersaudara sekalian. Hari ini kita akan berangkat bersama menuju tanah Kanaan. Tanah yang berkelimpahan susu dan madu,” pungkas Kecab Donal.

Ketua Karateker GMKI Elia Maruli, berpesan agar BPC yang baru bisa berjalan normal sesuai amanat konstitusi. Elia mengingatkan agar GMKI Kalabahi tidak lagi karateker.

“Ke depan jangan lagi ada karateker. Karena ini memalukan bagi organisasi ini. Saya yakin dan percaya bung/usi akan bawa GMKI jauh lebih baik,” ungkapnya.

Senior GMKI Jhon Modu, mengenang masa kejayaan GMKI di tahun 1990-an. Jhon bertutur bahwa, waktu itu dia aktif mahasiswa di Timor Leste, nama GMKI sangat populer di Indonesia.

Dia bilang, waktu itu Ketua Umum GMKI Imanuel E. Blegur dan Ketua Cabang GMKI Kupang Alex Ena berkomitmen untuk membuka cabang GMKI Timor Leste.

Ima Blegur dan Alex Ena kemudian menemui Uskup Agung Timor Leste, minta ijin pendirian GMKI. Uskup ijinkan, dengan syarat orang-orang yang mengurus GMKI harus orang asli dari Timor Leste.

“Waktu itu Uskup tidak mau orang luar yang urus GMKI. Akhirnya Konfercab pertama saya dari Alor yang terpilih. Dan saya pun berganti nama menjadi Jhoan Dacosta Moneta. Itu nama samaran saya waktu itu,” kata Jhon disambut tawa kader GMKI Kalabahi.

Jhon yang Mantan Camat Mataru itu lalu berkisah sejarah terbentuknya GMKI Kalabahi tahun 2000-an. Masa itu, dia dan Ande Saitakela, alm Stef Giri dan rekan-rekannya mendapat mandat dari Korwil PP GMKI untuk membentuk GMKI Kalabahi.

Jhon pun membeberkan sejarah dibentuknya GMKI Kalabahi hingga dipimpin Kecab perdana, Mesak A. Malailak, dan berlanjut ke Kecab Dony M. Mooy.

Dia memuji era kepemimpinan Kecab Mesak dan Dony. Namun dia sedikit kesal, karena pasca kejayaannya itu GMKI akhir-akhir ini berjalan seperti tanpa dukungan para senior-seniornya di Alor.

Usai bercerita dinamika GMKI, Jhon Modu berpesan agar para Kader GMKI Kalabahi harus berbuat sesuatu untuk dapat dikenang, kelak.

Ketua Bidang PP GMKI Amos Lafu, tekankan pula agar GMKI Kalabahi terus konsolidasi benahi internal dan eksternal organisasi, agar mampu berdiri kokoh ke depan.

Amos juga mengingatkan para kadernya itu untuk terus kritis terhadap berbagai problem kebangsaan dan mengawal pesta demokrasi Pileg 2019. *(dm).