Gegara Tanya Nikah Gereja Adik Kandung, 3 Tersangka Terancam Bui 5 Tahun

0
1174

Pengacara Lukas Atalo, SH.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Lukas Atalo, SH, selaku pengacara tersangka Gerson Tulimau, Wandi Tulimau dan Yohanis Tulimau, beberkan motif kasus penganiayaan yang terjadi di Kunatena, Alor Timur dengan korban, Jhoni Tulimau.

Lukas menyebut, motif kasus tersebut, awalnya disebabkan oleh nikah gereja pasangan Agustina Tulimau dan Simon Masae.

Gerson Tulimau, Jhoni Tulimau dan Agustina Tulimau diketahui adalah saudara kandung. Wandi Tulimau dan Yohanis Tulimau adalah anak kandung Gerson Tulimau.

Lukas bertutur, hasil BAP di polisi, menurut keterangan tersangka Gerson Tulimau, Agustina Tulimau, belum cerai dengan suaminya Chao Kanders. Namun Agustina dinikahi lagi oleh Pendeta GMIT di Kunatena, Klasis Alor Timur.

“Nah, peran pak Gerson Tulimau dalam kasus ini adalah, dia mempertanyakan apakah ibu Agustina Tulimau sudah melakukan cerai dengan suaminya petama di pengadilan atau belum? Itu soalnya,” ujar Lukas, usai dampingi para tersangka BAP di Polres Alor, Senin, (19/11/2018).

Menurut Lukas, peran Gerson Tulimau sudah benar. Sebab, kalau Agustina belum cerai dengan suaminya yang pertama, pendeta GMIT tidak diperkenankan merestui pernikahan kudus Agustina dan suami keduanya, Simon Masae.

“Sebagai orang Kristen, bapak Gerson sudah benar. Apalagi Agustina Tulimau adalah adik kandung dari Gerson Tulimau. Nah, karena tanya begitu maka adik Gerson, Jhoni Tulimau, tidak terima dan secara spontan mereka saling konfrontasi kemudian terjadilah masalah itu,” katanya.

Dikatakan Lukas, dari BAP, para tersangka, ketiganya mengaku awal masalahnya dari pernikahan Agustina Tulimau dan Simon Masae.

Lanjut dia, jika perceraian sudah dilakukan Agustina di pengadilan maka tidak dipersoalkan saudara kandung Agustina Tulimau yang kini berstatus tersangka.

“Menurut keterangan tersangka bahwa memang awal masalahnya dari pernikahan kedua Agustina Tulimau. Nah, kalau sudah ada perceraian resmi di pengadilan maka tentu saudaranya tidak persoalkan. Saya pikir kakak sulung ibu Agustina yaitu bapak Gerson Tulimau sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Ya sebagai kakak harus begitu, masa istri orang ko dinikahi lagi,” ujarnya.

Lukas mengatakan, ajaran kekristenan melarang seseorang untuk menikah lagi selagi suami/istrinya ada. Dalam aturan gereja pun demikian. Namun belakangan gereja perbolehkan menikah lagi jika ada surat cerai dari pengadilan. Lukas berpendapat, aturan negara pun pernikahan boleh dilakukan jika ada surat cerai dari pengadilan.

“Ajaran kristen di Alkitab kan melarang kita untuk cerai. Hanya maut yang bisa pisah. Aturan gereja dan aturan negara, seseorang tidak bisa menikah lagi selagi suaminya ada. Suami dia sakit sekalipun, ya harus diceraikan dulu di pengadilan baru boleh menikah lagi,” ungkapnya.

Lukas kesal atas sikap pendeta GMIT di Kunatena Klasis Alor Timur yang menikahkan Agustina Tulimau dan Simon Masae, tanpa ada surat cerai pengadilan dari Agustina.

“Tentu saya kesal. Karena jangankan kode etik gereja dan profesi pendeta, firman Allah saja pendeta langgar. Kita ini orang Kristen, perkawinan itu hanya maut yang bisa pisahkan. Kalau cerai ya boleh saja nikah lagi. Kan bisa cerai karena suaminya sakit. Kasus ini jelas melanggar aturan gereja dan negara. Saya dapat mengatakan bahwa gereja salah,” jelasnya.

“Kalau suami pertama adukan masalah ini ke polisi ya tentu pidana berat ini. Saya duga suaminya tidak tahu. Entah suaminya yang pertama tahu atau tidak tetapi selagi belum ada surat cerai ya tidak sepatutnya dinikahi lagi oleh pendeta. Pendeta yang bersangkutan perlu mendapat pembinaan dari otoritas GMIT,” pungkasnya.

Selaku kuasa hukum, Lukas yakin kliennya akan bebas atau mendapat keringanan di Pengadilan Negeri Kalabahi. “Saya yakin klien saya akan mendapat keringanan dari hakim,” tutup Lukas.

Diberitakan sebelumnya, para tersangka terancam pasal 170 jo 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5,6 tahun bui. Kini mereka ditahan di Sel Polres Alor untuk kepentingan BAP lanjutan. Menurut Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi, S.IK, berkas para tersangka secepatnya akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.  *(dm).