Bupati Alor Geram Tim Sukses Ribut Soal Proyek

0
1907

Bupati Alor Drs. Amon Djobo, Ketua DPRD, dan Waket, saat sidang Penetapan APBD Perubahan Tahun 2018 di gedung DPRD, Batunirwala, Selasa, (28/8). 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Bupati Alor Drs. Amon Djobo geram ada tim suksesnya yang ribut-ribut minta jatah proyek di OPD. Dirinya minta Kasat Pol PP, segera tangkap oknum peminta proyek yang sering membuat keonaran di lingkup Pemkab Alor.

“Kasat Pol PP di mana? Yang begitu tu tangkap. Kau mengerti ko tidak. Tangkap baru kasih naik di oto dalmas. Koleng kasih keliling kota, ini orang ini lapar baru dia pi ribut di instansi pemerintah. Tangkap bawa pi polisi yang model-model begitu. Itu saja,” kata Bupati, geram, di depan anggota DPRD dalam sidang paripurna Penetapan Perda APBD Perubahan Tahun 2018, Selasa, (28/8/2018) di gedung DPRD, Batunirwala.

Bupati Amon menegaskan, selama memimpin Kabupaten Alor, tdak pernah ada keluarganya yang nongol minta jatah proyek. Hal tersebut dibatasinya untuk menjaga marwah dia sebagai kepala daerah.

“Saya punya adik kandung saja tidak pernah ke rumah jabatan. Datang mengemis proyek, saya tidak suka itu. Silahkan tanya itu kepala rumah tangga di rumah jabatan,” ujarnya.

“Makanya ada orang model begitu Kasat Pol PP mana, pigi ko tangkap, ah. Koi kerja sembarang saja. Biar ko semua orang masuk bui saja. Bodoh-bodoh saja, dorang pikir ini proyek dong punya bapak mama punya barangkali,” ungkap Bupati Amon, kesal.

Amon Djobo juga geram atas praktek jual beli proyek yang marak terjadi di Alor. Dia meminta pimpinan ULP dan OPD agar tidak memberikan proyek bagi kontraktor yang sering jual beli proyek.

“Dia (kontraktor) pigi minta proyek habis jual kembali. Coba bayangkan. Masuk akal tidak? Orang-orang seperti itu yang hidup di bawa kolong langit ini perlu ditiadakan,” ungkapnya.

Bupati Amon kemudian menegaskan akan membubarkan tim suksesnya guna menghindari praktek fee proyek hingga merusak marwah daerah.

“Satu dua hari ini saya akan suruh bubar tim-tim semua itu. Bubar. Brenti semua itu. Titik. Apa itu? Saya dari dulu masyarakat sudah kenal saya ko? Bubar semua yang model-model begitu,” pungkas Amon Djobo yang kini masih berstatus Calon Bupati Petahana itu.

Sebelumnya beredar video viral durasi pendek di dunia maya, ada oknum perempuan yang mengamuk di OPD Perumahan dan Tenaga Kerja. Dia teriak-teriak meminta uang mukanya yang diduga sudah diberikan sebagai pemulus proyek, dikembalikan.

“Kasih kembali saya punya uang. Cepat kasih kembali. Saya ini relawan tim sukses AMIN (Amon Djobo – Imran Duru),” teriak perempuan tersebut sembari memecahkan kaca jendela di dua OPD itu.

Anggota DPRD Buche Brikmar, kemudian pertanyakan praktek “mafia fee” proyek tersebut kepada Bupati dalam sidang Penetapan APBD Perubahan Tahun 2018.

Buche menilai praktek tersebut telah mencoreng wibawa kepala daerah dan terutama merusak marwah daerah. *(dm).