Bupati Alor Pecat ASN yang Absen Kantor

0
2130

Bupati Alor Drs. Amon Djobo. (Sumber foto: nttterkini.com).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Bupati Alor Drs. Amon Djobo, memecat Aparatur Sipil Negara (ASN), yang “absen” ke kantor selama lebih dari 99 hari. Pemecatan tersebut dilakukan Bupati Amon setelah menerima laporan hasil pemeriksa tim pemeriksa penanganan kasus-kasus pegawai negeri sipil lingkup Pemkab Alor.

ASN yang dipecat adalah: Sdri. Agustina Florence Weni. NIP 19760815 200701 2 018. Pangkat Pengatur Muda Tk. 1 (II/b).

Dasar dalam salinan putusan tentang keputusan hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai negeri sipil, Bupati membaca sejumlah alasan.

Pertama; Laporan dari Sekretaris Daerah/ketua tim penanganan kasus-kasus PNS di lingkup Pemkab Alor tanggal 5 Juni 2018 tentang pelanggaran disiplin yang dilakukan Sdri. Agustina Florence Weni. NIP 19760815 200701 2 018. Pangkat Pengatur Muda Tk. 1 (II/b).

Kedua; Surat Sekda Alor Nomor: BKPSDM.800/394/III/2018 tanggal 13 Maret 2018, perihal panggilan untuk diperiksa.

Ketiga; Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim pemeriksa penanganan kasus-kasus PNS lingkup Pemkab Alor Nomor: BKPSDM.800/595/VI/2018, tanggal 5 Juni 2018, perihal laporan hasil pemeriksaan terhadap PNS yang tidak masuk kerja an. Sdri. Agustina Florence Weni. NIP 19760815 200701 2 018.

Dalam keputusan tersebut Bupati Alor juga Menimbang beberapa poin sebagai dasar dalam pemberhentian ASN tersebut yakni:

Pertama; Bahwa menurut hasil pemeriksaan tersebut Sdri. Agustina Florence Weni telah melakukan perbuatan berupa tidak masuk kerja selama 222 hari kerja sejak bulan Januari 2017 sampai dengan bulan Desember 2017 (184 hari kerja) dan bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Februari 2018 (36 hari).

Kedua; Bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 10 angka 9 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

Ketiga; Bahwa untuk menegakan disiplin, perlu menjatuhkan hukuman disiplin yang setimpal dengan pelanggaran disiplin yang dilakukannya.

Keempat; Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c (poin pertama, kedua, ketiga di atas, red) perlu menetapkan keputusan tentang penjatuhan hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai negeri sipil.

Pada salinan tersebut yang diterima wartawan media ini, Bupati Memutuskan/Menetapkan:

“Kesatu: Menjatuhkan hukuman disiplin berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai negeri sipil kepada: Sdri. Agustina Florence Weni. NIP 19760815 200701 2 018. Pangkat Pengatur Muda Tk. 1 (II/b). Jabatan, staf,” tulis Bupati Amon pada salinan SK-nya.

Keputusan tersebut, Bupati juga memberi ruang hukum kepada ASN yang bersangkutan untuk naik banding.

“Apabila tidak ada banding administratif maka keputusan ini mulai berlaku pada hari ke lima belas terhitung mulai tanggal PNS yang bersangkutan menerima putusan ini,” kata Bupati Amon Djobo.

Keputusan tersebut langsung ditandatangani oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo pada tanggal 6 Juli 2018, setelah aktif bertugas kembali dari masa cuti kampanye di Pilkada Alor lalu.

Sekda Alor Hopni Bukang, SH, mengaku belum menerima salinan putusan dari SK tersebut. Meski begitu Sekda Hopni menyebutkan bahwa pemberhentian ASN itu sudah dilakukan sesuai prosedur etika administrasi pemerintahan yang berlaku.

“Saya belum paraf SK-nya dan saya juga belum menerima SK itu dari BKD karena saya masih di luar daerah. Nanti saya cek setelah pulang (Alor),” ujar Sekda Hopni saat dihubungi wartawan, Sabtu, 21 Juli 2018.

Hopni menjelaskan, jika SK-nya benar sudah dikeluarkan maka tentu sudah melalui kajian dan tahapan prosedural pemerintahan yang berlaku.

“Kalau memang SK-nya sudah ada di ASN itu atau kawan wartawan maka tentu pemberhentian itu sudah kami lakukan sesuai prosedur yang ada. Kita sudah panggil periksa ASN yang bersangkutan sesuai tahapan-tahapan yang ada,” cetus Hopni sembari meminta agar seluruh ASN lingkup Pemkab Alor aktif masuk kantor.

Hopni mengungkapkan, langkah pemberhentian dengan hormat tersebut dilakukan karena dari hasil pemeriksaan oleh tim, terbukti yang bersangkutan tidak masuk kantor.

“Yah memang ASN itu tidak masuk kantor selama lebih dari 99 hari. Sangsi peringatan lisan dan tertulis juga sudah dilakukan tetapi yang bersangkutan tetap tidak masuk kantor. Ini tidak bisa ditolerir jadi kita berhentikan dengan hormat. Semua sudah sesuai prosedur,” kata Sekda sambil menegaskan tidak beri toleransi hukaman kepada ASN yang “bandel” malas masuk kantor.

Informasi yang dihimpun wartawan, Bupati memecat atau memberhentikan 3 orang ASN yang tidak masuk kantor selama lebih dari 99 hari. Ketiga orang tersebut antara lain; Merly Thomas, Flora Weni dan Janelenda Peni. Ketiganya diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Langkah tersebut ditempuh Bupati Djobo agar ASN yang lain dapat bertugas sesuai tanggungjawabnya kepada bangsa dan negara. *(dm).