Demo Pilkada Alor Ricuh, Calon Bupati Petahana Paket AMIN Terancam Didiskualifikasi

0
3598

Suasana kericuhan terjadi saat ribuan masa demo Panwaslu beri diskualifikasi kepada paket AMIN, Kamis, (5/7) di Kalabahi Kota.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Ribuan masa pendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Alor, Imanuel E. Blegur dan Haji Taufik Nampira (Paket INTAN), kembali turun jalan menuntut Panwaslu beri diskualifikasi Calon Petahana Amon Djobo – Imran Duru (Paket AMIN). Sebab, mutasi 6 ASN yang dilakukan Cabup Amon Djobo, 28 Juni 2018, diduga melanggar Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“KPUD harus beri diskualifikasi kepada paket AMIN karena ada indikasi mutasi ASN melanggar UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016,” ujar Opa Safrudin Tonu saat berorasi, Kamis, 5 Juli 2018, siang.

Safrudin meminta agar Pleno KPUD Alor juga ditunda sampai ada keputusan Panwaslu terkait kasus mutasi 6 ASN. “Kami minta Pleno (KPUD) ditunda. Panwaslu harus segera keluarkan keputusan, baru Pleno dilanjutkan. Sebab, Pilkada di daerah lain Calon Petahana yang melanggar pasal 71 ayat (2), didiskualifikasi oleh KPUD,” katanya.

Hal senada diungkapkan Daud Dollu, SH. Daud mendesak agar Panwaslu segera mengeluarkan keputusan yang adil terkait kasus mutasi 6 ASN di lingkup Pemkab Alor.

“Panwaslu segera jalankan perintah UU. Keluarkan keputusan yang adil,” ungkapnya.

Pantauan media ini, masa aksi kemudian membludak setelah Safrudin berorasi memaksa masuk kantor KPUD yang sedang pleno.

Suasana ricuh.

Masa dipukul mundur ratusan aparat Kepolisian dan TNI yang berjaga ketat di kantor KPUD.

Mobil penembak gas air mata pun dikerahkan Polisi menyiram masa aksi. Masa juga ditembaki senjata peluru karet. 2 orang terluka. Sebagian dilarikan ke RSUD.

Masa mengamuk dan memblokade jalan raya Kalabahi Kota. Aksi bakar ban pun terjadi. Suasana kota mencekam. Lalu lintas macet total.

Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi, SIK, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, Polri sudah menjalankan tugas secara baik mengawal aksi damai itu.

“Terkait insiden demo tadi kami sebagai alat negara melaksanakan tugas. Kami sudah melakukan komunikasi dengan massa aksi dan menjelaskannya. Kami juga sudah melaporkan kepada pimpinan kami di Polda NTT,” ujar AKBP Patar.

Hingga pukul 18.00 wita masa kemudian membubarkan diri.

Informasi yang dihimpun media ini, besok, Jumat, (6/7), masa INTAN akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan masa yang lebih besar. Mereka akan mendesak Panwaslu menjatuhkan sangsi diskualifikasi bagi paket AMIN.

Sebelumnya diberitakan, Sekda Alor Hopni Bukang, SH dan 4 ASN sudah diperiksa tim Gakkumdu (Panwaslu, Polri dan Jaksa), Kamis, 5 Juli 2018. Sekda Hopni diperiksa sekitar 1,5 jam di kantor Panwaslu Alor. Kini kasus tersebut sudah menjadi perhatian Nasional dan sedang ditangani secara serius oleh Panwaslu. *(dm).