Sekda Alor Tegaskan Tak Ada SPPD untuk Biaya Berobat Nurhayati Kamis

0
892

Sekda Alor Hopni Bukang, SH.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Sekda Alor Hopni Bukang, SH, menegaskan, pemerintah tidak menyiapkan dana untuk pengobatan Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi Nurhayati Kamis.

Hal tersebut disampaikan Sekda Hopni usai Rapat Kerja dengan Komisi A DPRD terkait masalah sistem informasi Desa, Rabu, 6 Juni 2018 di gedung DPRD.

“Untuk SPPD ibu Nurhayati? oh tidak ada itu. Belum ada yang tanda tangan SPPD. Saya dan Pjs (Bupati) di luar daerah. Jadi tidak ada yang tanda tangan (SPPD),” ujar Hopni.

Sekda Hopni menegaskan pembiayaan untuk staf ahli Nurhayati Kamis, tidak ditanggung daerah. Sebab, PNS sudah dijamin dengan Askes.

“Tidak ada pembiayaan. PNS itu sudah dijamin dengan Askes,” tegasnya.

Meski begitu, Hopni menyebut, bukan hanya Staf Ahli Nurhayati yang tidak dibiayai daerah, tetapi seluruh pejabat dan ASN pun sama. Kecuali Bupati dan Wakil Bupati.

“Jadi yang dibiayai oleh negara itu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Selain itu tidak ada. Sekda juga tidak (dibiayai negara),” ujar Hopni.

Lanjut dia: “Jadi siapa yang merasa sakit ya cari jalan sendiri untuk berobat. Cari jaminan kesehatan nasional yang sudah ada. Begitu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Staf Ahli Bupati Nurhayati Kamis terserang struk sejak Senin, 28 Mei 2018. Dia hendak dirujuk ke RSCM Jakarta, namun SPPD-nya ditahan Bendahara Setda Alor, Hermon Atacay. Penahanan tersebut kata Nurhayati, ada perintah dari Calon Bupati Alor petahana, Amon Djobo.

Hal itu dibantah Amon Djobo. “Siapa bilang saya tahan SPPD Nurhayati?” kata Amon Djobo membantah keterangan Staf Ahli Nurhayati Kamis. *(dm).