SPPD Staf Ahli Bupati Alor Ditahan, Diduga Amon Djobo Dibaliknya

0
1356

Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Nurhayati Kamis, usai keluar dari RSUD Kalabahi, Rabu, (30/5).

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Nurhayati Kamis, berkisah terkait komunikasi dirinya dan Bendahara Setda Alor, Hermon, tentang kepastian SPPD-nya berangkat rawat di RSCM Jakarta.

Dalam percakapan tersebut, nama Pasangan Calon Perserta Pemilu Kada Alor paket AMIN, Amon Djobo ikut disebut.

Nurhayati Kamis mengaku pembicaraan dia dan Bendahara Hermon terjadi saat dia sedang dirawat di ruang VVIP RSUD Kalabahi, Rabu, (30/5).

Nurhayati menyebutkan, kepastian SPPD tersebut sangat urgen karena dokter sudah merujuk dia harus berangkat rawat di RSCM Jakarta pada, Kamis, (31/5).

“Saya telepon pak Hermon. Pak Hermon bilang; mama, saya minta maaf mama. Mama SPPD sudah ada ini, tapi tidak bisa ni,” ujar Nurhayati menirukan percakapan telepon antara dia dan Hermon, Rabu, (30/5/2018) di kediamannya, Kampung Lama, Kalabahi.

“Saya tanya, kenapa? Kata Hermon, pak Bupati bilang, sabar, jangan dulu, begitu,” ucap Nurhayati.

Lanjut Nurhayati: “Alasanya? Hermon bilang; Pokoknya itu perintah dari Bupati bilang begitu jadi kita tidak bisa omong.”

“Bupati siapa? Pjs (Benyamin Lola)? ko Pak Amon Djobo? Dia (Hermon) bilang, iya mama, bapak Amon. Kita tidak berani mama,” kata Nurhayati meniru jawaban Hermon.

Soal kelengkapan administrasi SPPD, Nurhayati mengaku sudah tuntas diurus Bendahara Hermon. Tinggal menunggu waktu keberangkatan saja.

“Sudah. Dia (Hermon) bilang sudah diurus,” jawab wanita berkerudung yang pernah menjabat Kepala BKKBN Kabupaten Alor itu.

Dia mengaku, sebelumnya tidak pernah ada masalah pribadi ataupun kedinasan antara ia dengan pak Amon Djobo. Meski demikian, SPPD-nya tetap dibatalkan.

“Saya tidak pernah ada masalah dengan pak Amon Djobo. Makanya saya bilang, saya salah apa? Biar puruk-puruk tapi saya ini pejabat di daerah sini,” kesal Nurhayati, sambil memegang tangan kirinya yang tak bisa lagi digerakan karena stroke.

Dirinya memohon agar persoalan politik, tidak dicampur dengan urusan penyakitnya. “Urusan politik tolong jangan campuri. Saya ini sakit. Tapi itu, sudah terjadi tu,” katanya

Kendati begitu, Nurhayati memastikan, dirinya sudah mendapat rujukan dari Dokter RSUD Kalabahi, untuk dirawat di RSCM Jakarta.

“Dokter sudah beri rujuk. Hari Sabtu, (2/6) saya berangkat Jakarta, pakai uang pribadi. Saya ada uang ko? Tapi hak saya mendapat biaya perawatan dari negara kan ada. Yah, begitu lah,” pungkasnya.

Nurhayati juga sudah melaporkan hal tersebut kepada Pjs Bupati Alor Benyamin Lola. “Kata Pjs, saya berangkat saja, Jakarta. Beliau sedang di luar daerah,” tutup Nurhayati Kamis.

Bendahara Setda Alor Hermon, saat dikonfirmasi wartawan, mengaku tidak berwenang beri komentar terkait masalah itu. “Maaf, ini bukan kewenangan saya untuk menjelaskan,,terima kasih,” katanya.

Terkait ada dugaan intervensi dari Calon Bupati Alor Petahana Amon Djobo, Hermon mengaku tidak ada. “Tidak ada,” tulis Hermon via SMS kepada wartawan, Kamis, 31 Mei 2018, malam. *(dm).