Catatan Medis di RSUD Kalabahi, Nurhayati Kamis Positif Terserang Stroke

0
821

Ruang VVIP RSUD Kalabahi, lokasi perawatan Staf Ahli Bupati Alor, Nurhayati Kamis. Dia dirawat di Kamar Nomor 3 sejak Selasa, (29/5) hingga Rabu, (30/5). Sebelumnya Nurhayati dirawat Senin, (28/5) di ruang Sal Laki RSUD Kalabahi. 

KALABAHI, TRIBUANAPOS.Com – Petugas medis di ruang VVIP kelas I RSUD Kalabahi, membenarkan Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi Setda Alor, NTT, Nurhayati Kamis, dirawat di ruang VVIP Kelas I. Catatan Medis, Nurhayati divonis dokter, terkena penyakit stroke.

“Iya benar. Ibu Nurhayati dirawat di kamar nomor 3. Baru saja keluar,” ujar petugas medis ruang VVIP yang tidak ingin diwartakan namanya, Rabu, (30/5) di RSUD Kalabahi.

Menurutnya, catatan medis, mantan Kepala BKKBN Alor itu positif terserang penyakit stroke. “Catatannya (dokter), beliau terkena penyakit stroke,” katanya.

Nurhayati, seharusnya dirujuk dokter Kamis, 31 Mei 2018 lalu untuk dirawat di RSCM Jakarta. Namun dia terkendala berangkat karena SPPD-nya tiba-tiba dibatalkan oleh Bendahara Setda Alor, Hermon.

“Dokter rujuk saya harus berangkat ke RSCM, besok Kamis, (31/5). Tapi Bendahara pak Hermon bilang SPPD saya batal dengan alasan yang tidak jelas. Katanya ada intervensi dari Calon Bupati Alor. Padahal persyaratan semua sudah diurus,” kata Nurhayati, Rabu, 30 Mei 2018, di rumahnya Kampung Lama, Kalabahi, pasca sekitar 15 menit keluar dari RSUD Kalabahi.

*Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Nurhayati Kamis, sesaat setelah meminta keluar dari RSUD Kalabahi. 

Pantauan wartawan, tangan kiri dan tubuh bagian kiri Nurhayati, tidak bisa digerakkan. Mukanya pucat, fisiknya lemas total. Dia terbantu oleh tongkat dan digendong anaknya menemui wartawan di ruang tamu.

Meskipun akan berangkat dengan biaya sendiri, Nurhayati mengaku, dia sudah mendapat rujukan dari Dokter RSUD Kalabahi. Sabtu, (2/6), dia berangkat dirawat ke RSCM Jakarta.

“Saya punya uang ko. Hari Sabtu, (2/6) saya berangkat Jakarta. Dokter sudah beri rujukan,” katanya.

Bendahara Setda Alor Hermon, menyebut, dirinya tidak berwenang menjelaskan alasan pembatalan SPPD Nurhayati Kamis.

“Maaf, ini bukan kewenangan saya untuk menjelaskan,,terima kasih..” tulis Hermon via SMS kepada wartawan, Kamis, 31 Mei 2018, malam di Kalabahi. *(dm).