Tumpang Tindih Data BPS Tentang Pertumbuhan Ekonomi Alor

0
989

Kantor statistik Kabupaten Alor, NTT. 

@Kalabahi | Tribuanapos.com – Badan Pusat Statistik merilis dua data pertumbuhan ekonomi Alor, berbeda. Hal tersebut terbaca pada tabel pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor yang dipublis BPS Alor, angkanya berbeda dari tabel data yang dirilis BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Terbaca pada tabel 7 data pertumbuhan ekonomi Alor dan Nusa Tenggara Timur. Data tersebut dipublis BPS Alor tahun 2017 melalui website https://alorkab.bps.go.id. Datanya sebagai berikut:

Tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor pada angka 4,80. Tahun 2015 capai 4,89. Di tahun 2016 turun pada angka 4,55%.

Untuk Provinsi NTT, pertumbuhan ekonomi tahun 2014 ada pada angka 5,05%. Tahun 2015, turun di angka 5,03. Tahun 2016, naik di angka 5,18%.

Tabel data BPS Alor Tahun 2017.

Sedangkan angka yang dirilis BPS NTT, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor: Tahun 2013, pada angka 4,24%. Tahun 2014 angkanya 4,40. Tahun 2015 capai 4,21. Tahun 2016, naik di angka 4,55%.

Data BPS Provinsi NTT. 

Data tersebut, memposisikan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor tahun 2016 terendah (4,55%) setelah Kabupaten Nagekeo 4,59%, dari 22 Kabupaten/Kota di NTT.

Perbedaan data tersebut tidak hanya terjadi pada data BPS, namun juga pada data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Alor Tahun 2016 dan LKPJ Tahun 2017.

LKPJ Bupati Tahun 2016, pada halaman 35 paragraf dua tertulis: “Secara empirik, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor pada tahun 2014 menunjukan indikasi positif berdasarkan perspektif harga konstan yang terjadi di masyarakat yaitu sebesar 4,24%. Sedangkan pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor hingga mencapai 4,40%. Namun demikian, pada tahun 2016 terjadi penurunan angka pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 4,21%.”

LKPJ Bupati Alor Tahun 2016.

Namun LKPJ Bupati tahun 2017 tertulis angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor, berbeda. Yang mana tertulis sebagai berikut:

“Melalui LKPJ Tahun 2017, pemerintah daerah juga menyajikan data berkaitan dengan index pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor pada 3 (tiga) tahun terakhir sebagai gambaran kemampuan daerah dalam menyediakan berbagai sumberdaya yang diperlukan dalam jangka panjang guna mencapai kesejahteraan masyarakat. Sesuai daya yang diluncurkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Alor, Index pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor sejak tahun 2015-2017, memperlihatkan sebuah pencapaian yang baik berdasarkan harga konstan, dengan rincian sebagai berikut: Tahun 2015, sebesar 4,79%. Tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 9,92% dan pada Tahun 2017 terus mengalami peningkatan sehingga mencapai angka 14,92%.”

Data LKPJ Bupati Alor Tahun 2017.

Meski begitu, BPS Alor, pada website-nya, belum ada rilis angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor Tahun 2017.

BPS Nasional merilis angka pertumbuhan ekonomi Nasional tahun 2014 capai 5,2%. Tahun 2015, alami penurunan 4,79% dan tahun 2016 naik menjadi 5,02%.

Diduga ada kesalahan dalam penyanyian data LKPJ Bupati Alor. Sebab angka pertumbuhan ekonomi tahun 2016 dan 2017 alami lonjakan yang luar biasa, lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi NTT dan Nasional.

Menanggapi perbedaan data LKPJ Bupati, Kepala Bapelitbang Alor, Marthen Hitikana, mengaku data tersebut terjadi kesalahan teknis. Dirinya menyebut, data yang digunakan dalam LKPJ Bupati Alor seharusnya sesuai dengan data yang dipublis BPS Alor tahun 2017.

“Kita pakai data BPS Alor terakhir yang dipublis Tahun 2017 itu,” ujar Marthen, saat dihubungi wartawan, Sabtu, (31/3/2018) di Kalabahi.

Dia menyebut, lembaga yang berkompeten survey pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu daerah, bukan hanya BPS, namun juga lembaga lain.

“Ya, kan angka pertumbuhan ekonomi itu biasa dinilai dari beberapa lembaga, ada BPS, Kemensos, Bapenas. Biasanya Kemensos itu survey data kemiskinan,” kata pria asal pulau Sumba itu.

Terpisah, Ketua DPRD Martinus Alopada, menjelaskan, pihaknya secara kelembagaan sudah mengoreksi LKPJ Bupati Alor Tahun 2017. Dia berharap pemerintah bisa melakukan penyesuaian sesuai rekomendasi DPRD.

“Sidang paripurna (DPRD), kami sudah koreksi. Ya, kita harap (pemerintah) bisa diperbaiki cacatan yang sudah diberikan,” tutupnya.

Tumpang tindih data pertumbuhan ekonomi Alor yang tersebar luas di masyarakat, sempat heboh di dunia maya, facebook. Para Netizen, bingung. Mereka berharap sistem informasi dan keakuratan data tersebut dapat diperbaiki kembali oleh pemerintah dan BPS. *(dm).