Krisis BBM, Ekonomi Lembata Dipastikan Anjlok

0
493

Suasana antrian BBM di Kota Lembata, NTT.

@Lembata | Tribuanapos.com – Pendapatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lembata, NTT, dipastikan anjlok akibat kelangkaan BBM.

Pelaku bisnis jasa transportasi mengaku, kelangkaan BBM yang sudah berbulan-bulan itu menyebabkan pendapatan mereka turun. Dampaknya, sektor ekonomi dan pendapatan daerah pun akan turun drastis.

“Pendapatan (kita) turun. Sehari bahkan 2 sampai 3 hari, harus antri BBM di Pertamina,” ujar No Rafi, sopir sekaligus pemilik mobil Pick Up rute lintas Kecamatan di Lembata, saat ditemui di depan Pertamina, Selasa, (27/3/2018), siang.

Dirinya menyebut, aktivitas bisnis angkut barang dan orang, terhalang total dengan adanya krisis BBM. Pendapatannya pun, berkurang.

“(Saya) kerja, ya angkut barang-barang dan orang menuju kecamatan-kecamatan. Sehari biasa dapat Rp. 500 ribu sampai Rp. 1 juta. Kalau antri BBM ya otomatis kita tidak jalan,” kata Rafi berdialek Lembata.

“Kalau antrian begini berbulan-bulan, jelas kita merugi. Bagaimana mau hidupi keluarga dan sekolah anak-anak. Makan saja susah,” keluhnya.

Meski begitu, Rafi berharap, Pemkab Lembata, DPRD dan Pertamina, bisa segera ambil tindakan agar krisis BBM tak lagi terjadi. “Kami disini berharap begitu. Supaya aktivitas ekonomi bisa berjalan baik. Ekonomi daerah bisa tumbuh stabil,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, ribuan kenderaan antri BBM di Pertamina, Kota Lembata. Antrian tersebut dipicu krisis BBM. Ribuan kenderaan antri capai sekitar 2 kilo meter, persis dekat di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Lembata. *(dm).