Jelang Paskah, Warga di Lembata Keluhkan Kelangkaan BBM

0
441

Suasana antrian BBM di Kota Lembata.

@Lembata | Tribuanapos.com – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Lembata, NTT, belakangan ini, mengganggu aktivitas warga. Jelang perayaan hari suci Paskah, warga berpenduduk mayoritas umat Khatotik itu, mengeluh kelangkaan BBM.

Mengapa begitu?

Sebab, Paskah menjadi hari suci umat Kristiani, tentu saja dirayakan ribuan warga setiap tahun di Kota ini.

Suasana Kota yang cenderung didatangi warga Desa untuk berbelanja, kini tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Transportasi sepi akibat BBM, langka. Ribuan kenderaan baik roda dua maupun roda empat, berjejer antrian BBM sekitar 2 kilo meter.

Sry, Warga asal Kecamatan Ile Ape, mengatakan, kelangkaan BBM sangat mengganggu aktivitasnya jelang Paskah.

Dia sulit ke Kota berbelanja, karena transportasi umum yang ia gunakan tidak lagi berjalan normal.

“Tunggu mobil (dari Desa ke Kota), susah. BBM langkah,” ujar Sry ketika ditemui wartawan di Lamahora Kota Lembata, Selasa, (27/3/2018), siang.

Sry menyebut, dirinya hendak ke Kota untuk berbelanja barang jualan guna dijual di kampung jelang Paskah. “Beli barang sembako dan bensin, jual di kampung. Mau muat saja susah, tidak ada mobil yang jalan,” katanya.

Ia mengaku, krisis BBM tersebut, membuat aktivitas usahanya terganggu. “(Usaha kita) jelas macetlah, karena BBM langkah,” ucapnya.

Meski begitu, Sry berharap pemerintah, DPRD dan Pertamina, bisa mengatasi kelangkaan BBM, agar warga bisa beraktivitas lancar.

“Sudah mau Paskah, kita harap BBM bisa normal kembali,” harapnya sembari mengaku suaminya sulit melaut karena ketiadaan BBM.

Sejauh ini belum ada pihak yang bertanggungjawab atas kelangkaan BBM tersebut.

Pantauan wartawan di Pertamina Kota Lembata, ribuan kenderaan sedang antri BBM. Terlihat tempat-tempat penjualan bensin eceran pun sepi. Hanya beberapa yang menjual. Itupun dengan harga Rp. 20 ribu/botol. *(dm).