Polres Alor Ungkap Motif Pembunuhan Yohane Rifaldo Tellu

0
5295

Kasat Serse Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH, sedang memimpin lah TKP. 

@Kalabahi | Tribuanapos.com – Kepolisian Resort Alor, Nusa Tenggara Timur, serius mengungkap kasus pembunuhan Yohane Rifaldo Tellu. Polisi menyebutkan, motif pembunuhan korban diduga, dendam.

“Motifnya, dari keterangan saksi yang telah diperiksa, dugaan sementara motifnya, dendam,” ujar Kapolres Alor AKBP Patar Silalahi, SIK, melalui Kasat Serse Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH, kepada wartawan, Jumat, (9/3/2018) di Kalabahi.

Iptu Dejan menjelaskan,
karena antara korban maupun terlapor pernah beselisih paham saat acara pesta. Kemudian saat kejadian terjadi, korban dan Jefri Langari yang mengeroyok terlapor sehingga terjadi kejadian yang meringkus nyawa korban.

Kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian, Yohane Rifaldo Tellu terjadi pada tanggal 8 Maret 2018.

Kasus tersebut, kata Iptu Dejan, dilaporkan pelapor Novriyanti M. Tellu. Hasil penyelidikan Polisi, pelaku diduga berinisial BA.

“Terlapor, dalam Laporan Polisi (LP) masih lidik, tapi hasil interogasi tehadap 3 orang saksi, dugaan sementara terlapor (pelakunya) yakni, saudara BA,” katanya.

Menurut Iptu Dejan, TKP di jalan raya Tombang, tepanya di depan Gereja Bhetel Tombang yang berada di wilayah Tombang, Kelurahan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Mantan Kapolsek ATU itu menjelaskan, saksi-saksi yang telah diperiksa, yakni: Johan Trianus Bella, Riki Woriwon, Hemsi Samuel Pisdon.

“Saksi-saksi lain yang akan diperiksa yakni: Pelapor, Jefri Lengari dan terlapor BA, temasuk beberapa saksi lainnya yang mengetahui kejadian tersebut, namun belum diketahui identitasnya,” ucap Iptu Dejan.

Kronologis Kejadian:

Kasat Serse Iptu Dejan mengungkapkan, awalnya terlapor bersama saksi John T. Bella berboncengan sepeda motor yang dikemudikan terlapor menuju Bungawaru. Mereka ke Bungawaru untuk main PS.

“Dalam perjalanan tepatnya di pertigaan O2 – Bungawaru, terlapor bertemu dengan korban dan temannya Jefri Langari. Saat itu korban yang mengambil batu di pinggir jalan dan hendak melempar terlapor. Namun terlapor mengendarai sepeda motor dan terus berjalan menuju ke arah perumahan BTN – Bungawaru,” jelasnya.

Lanjut Iptu Dejan, saat itu korban bersama Jefri Langari mengejar dari belakang menggunakan sepeda motor yang dikendarai korban.

Setelah sampai di TKP, terlapor memberhentikan sepeda motornya. Datang korban bersama temannya juga berhenti disamping terlapor.

Dikatakan Iptu Dejan, Jefri Langari turun dari motor, langsung memukul terlapor. Terlapor pun turun dari motornya menuju ke korban dan Jefri Langari. Akirnya terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh korban dan Jefri Langari terhadap terlapor.

“Seketika itu terlapor langsung menikam korban menggunakan sebilah pisau yang dipegangnya. Korban ditikam sebanyak satu kali ke arah dada bawah bagian kiri korban. Kemudian terlapor lari meninggalkan korban,” ucapnya.

“Korban jatuh di jalan raya kemudian korban dibawa ke RSUD Kalabahi. Setibanya di RSUD akirnya korban tidak tertolong dan meninggal dunia,” cetus Iptu Dejan.

Meski begitu, Kasat Serse menyebut, pihaknya sudah meringkus terduga pelaku. “Dalam waktu 1×24 jam Sat Reskrim Polres Alor berhasil mengamankan pelaku. Kini sedang ditahan di sel Mapolres Alor untuk diproses secara hukum,” katanya.

“Barang bukti berupa pisau juga sudah kita amankan, sekalian olah TKP. Kasus ini akan kita proses secepatnya untuk disidangkan di PN Kalabahi,” pungkas Iptu Dejan. *(dm).