Tamat di SD GMIT Kabir, Ima Blegur Bahas Mutu Pendidikan Alor

0
694

Calon Bupati Alor Imanuel E. Blegur. 

@Kalabahi | Tribuanapos.com – Usai berkampanye di Baranusa, Pantar Barat, Calon Bupati dan Wakil Bupati Alor Ima Blegur-Taufik Nampira, didampingi istri dan rombongan bertolak dari pelabuhan Baranusa, menuju Kabir Kecamatan Pantar untuk berkampanye.

Di Kabir, Imanuel Blegur, bahas sejumlah problem pembangunan manusia Alor, terutama mutu pendidikan yang buruk dihadapan ribuan masa INTAN.

“Saya prihatin karena mutu pendidikan Alor, berada di urutan ke 21 dari 22 Kabupaten/Kota di NTT. Itu artinya pendidikan kita sangat buruk. Saya mendapat data itu dari Ketua DPRD Alor,” ujar Imanuel, Jumat, (2/3/2018) saat berpidato di Kabir.

Menurut dia, merosotnya mutu pendidikan Alor disebabkan dari beragam faktor. Salah satunya pemerataan dan kesejahteraan guru kontrak daerah.

“Saya sudah mendengar keluhan guru-guru di kampung-kampung, ternyata masih ada guru kontrak daerah yang ojek. Masih ada guru yang hidupnya susah. Ini akan berpengaruh pada tugas pokok mendidik anak-anak,” katanya.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Alor, kata Imanuel, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan dan pemerataan guru. Sebab, guru adalah ujung tombak pembangunan pendidikan.

Disamping itu, Imanuel menyebut, membangun pendidikan Alor, harus memperhatikan 8 standar pendidikan nasional. Yakni: standar mutu, standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan (SKL), standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan.

“(8 standar) itu akan jadi fokus program INTAN. Kami berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di Alor. Masa pak Bupati Simeon Th. Pally, urutan pendidikan ada di angka 6, sekarang malah di 21. Kami yakin jika INTAN terpilih, kami akan benahi sistem pendidikan kita dan capai prestasi terbaik,” tegasnya.

Imanuel juga akan memberikan bantuan 2000 beasiswa gratis/tahun bagi siswa berprestasi di Desa-desa. Bantuan tersebut akan diberikan kepada siswa/i yang dianggap kurang mampu.

Usai menggagas program strategis pendidikan, Imanuel, lantas memberikan motivasi bagi siswa SD GMIT Kabur 1 agar tekun belajar.

“Saya tamat SD GMIT Kabir 1 tahun 1975, ada teman sekolah saya disini (kata Ima sambil sebut nama 4 sahabat SD GMIT Kabir 1 yang hadir disitu). Anak-anak Kabir jangan berkecil hati, terus belajar. Karena alumnus SD GMIT Kabir bisa mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya, sembari berkisah tentang masa-masa kecil dia ketika menempuh studi di sekolah itu.

Di kesempatan itu pun, Imanuel-Taufik juga membahas program dan kebijakan ekonomi, infrastruktur jalan, pengentasan kemiskinan, pengangguran, sektor pariwisata dan kelautan perikanan. *(dm).