Jaksa Sidik Dugaan Korupsi di Sekwan Alor

0
956

Kasie Pidsus Mardiyono dan Jaksa Layla Bufaida.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.com – Penyidik Kejaksaan Negeri Kalabahi, sedang melidik kasus dugaan korupsi dana operasional Sekretariat Dewan Kabupaten Alor TA. 2013. Hasil audit BPK terkait kerugian negara sudah dikantongi Jaksa.

“Yah, masih dilidik,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kalabahi Suryo Priarto melalui Kasie Pidsus Mardiyono, Kamis, (14/12/2017) di Kantor Kejaksaan Negeri, Kalabahi.

Menurutnya proses penyelidikan sudah tuntas dilakukan penyidik. Hasilnya akan diumumkan secepatnya. “Sudah, tinggal menunggu rapat tim untuk penetapan tersangka. Secepatnya kita umumkan,” kata Mardiyono.

Dirinya menyebut, kasus dugaan korupsi dana operasional di Sekwan terjadi pada Tahun Anggaran 2013. Nilai kerugian berdasarkan audit BPK, cukup fantastis.

“Kalau kita ikut audit BPK kan (kerugian capai) Rp. 500 juta,” ucapnya, didampingi Jaksa¬†Layla Bufaida dan Kasie Intel Tezar.

Untuk calon tersangka, Mardiyono belum bisa memastikan. Hasilnya masih menunggu rapat tim Jaksa. “(Calon tersangka) itu yang kita belum tahu ya, karena itu harus tim yang memutuskan,” katanya.

Meski begitu, kata Mardiyono, nama-nama calon tersangka sudah dikantonginya berdasarkan hasil penyelidikan.

“Yang pasti hasil penyelidikan ada kerugian. Kemudian, unsurnya sudah terpenuhi, siapa-siapa yang bertanggungjawab disitu. Hasilnya nanti kita umumkan lewat rapat tim berdasarkan hasil penyelidikan,” ujar dia.

Terkait kasus dugaan korupsi Meubiler, Kasie Intel Tezar, memastikan kasus tersebut sedang dilidik. “Yah. Sedang jalan,” ucapnya sembari tidak ingin beberkan sejauh mana proses penyelidikan.

Proyek meubeler TA. 2014/2015, tercuak setelah tim Jaksa melakukan sidak ke SMP N. 2 Kalabahi pertengahan tahun 2017. Belum diketahui kendala proses hukum kasus tersebut, namun Jaksa memastikan sedang jalan. *(Demas Mautuka).