Polisi Resmi Tetapkan Andreas Gomang, MSi, Tersangka

0
5196

Foto: Andreas Gomang, S.Sos, MSi / sumber: Akun facebook Andrew Sheva Gomang.

KALABAHI, TRIBUANAPOS.com – Andreas Gomang, S.Sos. MSi, resmi ditetapkan penyidik polres Alor, NTT, sebagai tersangka pekan lalu. Alumnus Magister FISIP UNDANA Kupang tersebut, tersangka atas kasus dugaan fitnah kepada komunitas Akon (Aksi Koin 1000), melalui status facebooknya.

“Ya. Sudah… kami sudah gelar perkara dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Alor, AKBP. Patar Silalahi, SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Mahdi Dejan Ibrahim, SH, Jumat, (11/8/2017) di ruang kerjanya, polres.

Mantan anggota polres Ende itu memastikan, berkas tersangka Andreas Gomang, sudah dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Kalabahi.

“Sudah. Berkasnya (Andre) sudah di Jaksa. Tinggal dijadwalkan untuk sidang,” kata Dejan, sapaan akrabnya.

Ditanya soal adanya intervensi politik dalam kasus tersebut, Dejan mengapik. “Oh….tidak ada, ini murni proses hukum. Siapapun tidak boleh intervensi,” pungkasnya.

Diketahui, Andreas Gomang dilaporkan kordinator Akon, tanggal, 6 Februari, 2017. Laporan terkait postingannya. Dia memosting kata-kata yang diduga fitnah Akon.

Berikut ini isi postingan Andreas Gomang, S.Sos. MSi:

“Spektakuler dan luar biasa, katanya murni aksi sosial tambal menambal ko ada oknum calon Wakil Bupati dan Anggota DPRD Alor (yang membidangi infrastruktur) ikut terlibat dalam tambal menambal di dololong, wualah ketahuan biang keroknya, sangat memalukan sekali, untuk itu,: saya minta dengan hormat kepada seluruh masyarakat kabupaten Alor untuk tidak boleh memberikan sumbangan dalam bentuk apapun terkait aksi akal-akalan (PUNGUTAN LIAR) berkaitan dengan ruas jalan kenarilang-kokar yang dilakukan beberapa oknum yang mengatasnamakan pemuda Alor, oleh karena aksi mereka kepergok beberapa oknum yang notabene mempunyai kepentingan politik dalam pilkada Alor 2018 termasuk kandidat calon Wakil Bupati Alor. Terima kasih,” tulis Andreas di akun facebooknya, pada Selasa, 2 Februari, 2017.

Andreas termasuk orang dekat Bupati Alor, Drs. Amon Djobo itu, disangkakan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (*Demas Mautuka).