Proyek Air Kolana Utara Rp. 1,8 Milyar Mangkrak, DPRD Akan Cek ke PU

0
544

Foto: Wakil Ketua DPRD Yahuda Lanlu, SH

KALABAHI, TRIBUANAPOS.comĀ – Proyek Air bersih di Kelurahan Kolana Utara Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, NTT, mubasir. Proyek itu dikerjakan tahun 2016, anggaran Rp. 1.8 Milyar, namun belum selesai kontraktornya kabur. Sisa bahan material pipa masih di lokasi, ada juga tertampung di rumah warga.

“Tahun lalu kontraktor sudah angkut pipa ke lokasi. Sebagian pipa sudah kubur. Belum selesai kerja mereka (kontraktor) sudah kabur. Sekarang proyek mubasir,” ujar Kapet, warga Kolana yang ditemui Tribuanapos.com, Minggu, (18/6/2017) di Kalabahi.

Dirinya mengaku, sebagian bahan material proyek tersebut kini tertampung di rumah warga.

“Besi baton, tripleks dan solar sel sinar, sekarang ada taru di rumah bapak Yakob Malaikosa, BPD Kelurahan Kolana. Upah warga yang pasang pipa juga belum bayar,” kata Kapet.

Dia berharap kontraktor proyek bisa melanjutkan sisa pekerjaan agar warga Kolana bisa menikmati air bersih. “Kalau bisa Dinas PU panggil kontraktor yang bersangkutan suruh dia kerja pekerjaan yang tersisa. Pak Yoseph Malaikosa (Kadis PU Alor) tolong ke lokasi melihat kondisi yang terjadi,” ucap Kapet.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Yahuda Lanlu, SH, mengatakan belum mendapat laporan resmi dari masyarakat.

“Belum. Belum ada laporan tertulis ke DPRD. Saya juga baru tau ini. Nanti saya koordinasi dengan Kadis PU Yoseph agar mengecek proyek itu,” ungkap Yahuda. (*Demas Mautuka).